news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Lahan yang Ditanami Tanaman Tembakau.
Sumber :
  • ANTARA

Produktivitas Tembakau Tertinggal Jauh dari Afrika, Kadin Jatim Adaptasi Teknologi Zimbabwe Mulai 2027

Guna mendongkrak produktivitas petani lokal sekaligus memotong ketergantungan impor nasional yang amat tinggi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meng
Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com, Surabaya – Guna mendongkrak produktivitas petani lokal sekaligus memotong ketergantungan impor nasional yang amat tinggi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menginisiasi penjajakan penerapan teknologi budidaya tembakau dari Zimbabwe melalui proyek percontohan (pilot project) di Pamekasan, Madura, pada 2027 mendatang.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa kolaborasi antarnegara ini dirancang untuk membekali petani lokal dengan teknik budidaya modern, mulai dari pemrosesan lahan, seleksi bibit unggul, hingga penanganan pascapanen kelas dunia.

"Secara prinsip, Kadin Jatim mendukung kolaborasi ini. Harapannya, produktivitas petani tembakau Indonesia bisa meningkat, baik dari sisi budidaya maupun teknologi pascapanen, sehingga mampu bersaing dengan produk impor," ujar Adik di Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Pertemuan Kadin Jatim bersama perwakilan Zimbabwe dalam Tobacco Industry Networking Dinner di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026).
Sumber :
  • HO-Kadin Jatim via Antara

Langkah alih teknologi ini dipicu oleh ketimpangan tajam hasil panen tembakau nasional.

Data mencatat produktivitas tembakau di Zimbabwe mampu menyentuh angka 3 ton per hektare, sedangkan rata-rata hasil panen petani Indonesia masih tertahan di kisaran 1 ton per hektare.

Rendahnya hasil panen lokal—khususnya pada varietas tembakau Virginia—memaksa industri rokok nasional bergantung pada komoditas asing.

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia saban tahun mengimpor sekitar 121 ribu ton tembakau dengan nilai fantastis mencapai Rp18 triliun dari pelbagai negara pemasok, seperti China, India, Brasil, Zimbabwe, Filipina, hingga Amerika Serikat.

Guna merealisasikan target kemandirian bahan baku industri tersebut, Kadin Jatim akan mengawali proyek percontohan di Pamekasan pada 2027 dengan melibatkan petani lokal terlebih dahulu sebelum dievaluasi untuk skema replikasi masif.

Adik menekankan bahwa peningkatan daya saing ini juga harus dibarengi dengan perlindungan tata niaga agar posisi tawar petani Indonesia semakin solid dalam rantai pasok industri hasil tembakau nasional.

"Melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, petani tembakau Indonesia diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan industri," pungkasnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral