- tim tvOne
Ribuan Siswa SD-SMP di Kota Madiun Terima Bantuan Seragam Gratis dan Ongkos Jahit
Madiun, tvOnenews.com – Pemerintah Kota Madiun menyalurkan bantuan kain seragam sekolah dan ongkos jahit bagi ribuan siswa baru jenjang SD dan SMP. Program ini menyasar siswa sekolah negeri maupun swasta, dengan skema bantuan yang berbeda untuk masing-masing jenjang dan status sekolah.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, di SMPN 3 Kota Madiun, Jalan RA Kartini, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Senin (2/11/2026).
Bantuan kain seragam diberikan kepada siswa kelas 1 SD dan kelas 1 SMP. Siswa SD menerima kain seragam merah putih dan seragam Pramuka, sedangkan siswa SMP mendapatkan kain seragam biru putih dan seragam Pramuka.
Selain kain seragam, pemerintah kota mengalokasikan bantuan ongkos jahit sebesar Rp300.000 per siswa. Namun, bantuan biaya jahit tersebut hanya diberikan kepada siswa yang bersekolah di sekolah negeri.
"Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah beserta perlengkapannya, serta ongkos jahit sebesar Rp 300 ribu," ujar Bagus saat penyerahan simbolis.
Berdasarkan data pemerintah kota, sebanyak 5.368 siswa menerima bantuan kain seragam. Jumlah tersebut terdiri atas 2.242 siswa SD dan 3.126 siswa SMP. Sementara itu, bantuan ongkos jahit diberikan kepada 4.393 siswa, meliputi 1.651 siswa SD dan 2.742 siswa SMP.
Bagus menargetkan seluruh kain seragam dapat didistribusikan dalam tujuh hari. Adapun penyaluran bantuan ongkos jahit dilakukan melalui transfer langsung kepada siswa dan diperkirakan membutuhkan waktu yang sama.
"Targetnya 7 hari seragam ini sudah terdistribusi seluruhnya. Sedangkan untuk keuangannya karena melalui proses transfer, membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari," katanya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah kota mewajibkan siswa menjahitkan seragam di penjahit yang berdomisili di Kota Madiun. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha jahit lokal.
Total anggaran yang disiapkan untuk program bantuan ini mencapai Rp1,317 miliar. Bagus mengakui penyaluran bantuan mengalami keterlambatan akibat kendala dalam proses pengadaan barang dan jasa, termasuk terbatasnya peserta lelang serta pertimbangan kualitas kain.
"Kemarin ada kendala pada proses lelang. Pesertanya sedikit, kemudian kualitas kain juga mempengaruhi," terangnya.
Melalui program ini, pemerintah kota berharap kebutuhan seragam siswa baru dapat terpenuhi tanpa terlalu membebani pengeluaran orang tua. Bantuan tersebut juga diharapkan mendukung kesiapan siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (men/gol)