- tim tvone - miftakhul erfan
Hujan Lebat, Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Madiun
Madiun, Jawa Timur - Akibat hujan deras yang terjadi di wilayah lereng pegunungan Wilis, Selasa (1/11) malam, rumah milik Misiyat (68) warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, rusak, tertimpa tanah longsor, Rabu (2/11).
Misiyat bersama istrinya mengaku, saat hujan intensitas tinggi sejak malam hingga subuh, terdengar suara gemuruh di bagian tebing belakang rumah, hingga akhirnya dapur miliknya jebol.
“Hujan memang lebat sejak kemarin malam sampai subuh tadi, tahu-tahu ada suara gemuruh ternyata longsor. Yang rusak dapur dan tembok kamar retak,” kata Misiyat.
Tebing setinggi 10 meter dengan lebar 9 meter yang berada di samping bangunan dapur rumah korban, diduga tak kuat menahan derasnya air hujan hingga akhirnya terjadi longsor.
“Untungnya saya dan istri selamat karena tahu ada longsor langsung lari ke depan rumah,” Imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Dagangan AKP Heru Santoso mengatakan adanya laporan tanah longsor pada Rabu pagi. Kemudian berkordinasi dengan Polres Madiun untuk mendatangkan 25 personil anggota Satsabhara guna membantu evakuasi.
“Memang betul, terjadi tanah longsor dan menimpa dapur rumah warga. Penyebabnya memang hujan intensitas tinggi sejak Selasa malam hingga pagi,” ujar Heru saat ditemui di lokasi kejadian.
Guna meringankan beban korban, puluhan anggota Sabhara Polres Madiun, BPBD dan TNI dari Koramil setempat, berjibaku mengevakuasi material tanah longsor yang masih menimbun dapur.
“Kita bantu korban untuk mengevakuasi material longsoran, ya harapannya meringankan beban pemilik rumah, kita juga dibantu personil dari Koramil, BPBD dan warga setempat,” pungkasnya.
Pihak BPBD, Polsek Dagangan dan pemerintah desa setempat telah mendirikan pos pantau bencana hidrometeorologi di sejumlah titik rawan longsor di Kecamatan Dagangan, khususya di lereng pegunungan Wilis.
Warga dihimbau untuk tetap waspada jika terjadi intensitas hujan lebat terutama berada di bawah tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu jika terjadi retakan tanah ataupun longsoran, warga dihimbau agar segera melapor ke pos terdekat atau ke kepala desa masing-masing, untuk segera melakukan penanganan maupun antisipasi. (men/hen)