- tvone
Kapolres Merauke Mengembangkan Ekonomi Kreatif di Papua
Jakarta - Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, memiliki sisi humanis dan berjiwa sosial kepada masyarakat luas di bumi cendrawasih. Hal ini dilakukan diluar sosoknya sebagai seorang polisi atau anggota korps Bhayangkara.
Disela-sela kesibukannya sebagai orang nomor satu di Polres Merauke semenjak 13 Oktober 2020 lalu, AKBP Untung Sangaji selalu menyempatkan diri untuk berbaur dengan masyarakat luas dari segenap lapisan usia melalui berbagai kegiatan sosial.
Kapolres yang juga sempat dikenal ketika peristiwa Bom Thamrin di Jakarta, memberikan pelatihan cara membuat kancing dari batok kelapa, bersama dengan jajaran Polres Merauke, ia juga memberikan pelatihan cara membuat minyak kelapa, batako dari limbah kelapa sawit, pengembangan budidaya ikan bandeng, budidaya menanam pisang, memberi bantuan bibit ternak serta membantu membangun rumah ibadah.
Hasil dari pelatihan ekonomi kreatif yang telah berjalan selama hampir 1,5 tahun, saat ini sebagian masyarakat Merauke sudah bisa mandiri. "Kita sudah menciptakan home industri bagi enam suku asli Papua, ada sekitar 175 orang yang tengah dilatih untuk mengelola limbah dan hasilnya sudah dapat kita rasakan saat ini," papar Untung.
Tidak hanya menciptakan ekonomi kreatif, Ia juga melakukan terobosan besar dengan membeli tanah seluas 40 hektare di wilayah distrik tanah miring. Tanah tersebut rencananya akan dibangun sebuah kawasan perumahan bagi anggota Polres, Batalyon Brimob, Densus 88, wartawan Merauke, pemerhati lingkungan bersih, perwakilan pengrajin home industri serta perwakilan guru sekolah SD.
Dengan semakin seringnya bertemu dengan masyarakat Merauke secara langsung dan melakukan diskusi secara intensif, Untung mengaku semakin banyak informasi yang didapat dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan.
"Transaksi jual beli senjata api, rencana upaya mengganggu jalannya perhelatan PON oleh kelompok yang diduga teroris serta sejumlah kasus besar lainnya bisa diungkap berkat melakukan komunikasi yang intensif dengan warga Papua," tegas AKBP Untung Sangaji.
Baru-baru ini Untung Sangaji juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM melalui Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke, karena ikut membantu menangkap narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan. Tidak hanya itu saja, ia juga pernah meraih penghargaan dari PBB serta dari menteri pertahanan Singapura terkait penanganan eksiden 185 tahun 1997.(chm)