- Antara
Dampak Ekonomi MBG Dirasakan Masyarakat Sekitar
tvOnenews.com - Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cilacap, Yudha Prasetyo menyatakan program MBG memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang, hingga warga sekitar.
Menurutnya, program MBG selain memberikan gizi pada anak sekolah juga turut memutar perekonomian rakyat. Petani, peternak, dan pedagang sekitar merasakan dampaknya karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menyerap produk mereka.
"Program MBG sebenarnya sangat memutar perekonomian rakyat apalagi untuk warga lokal, karena jika ada warga lokal yang punya ladang sayur atau apapun itu, termasuk hasil ternak, pihak MBG di lingkungan tersebut wajib membelinya," kata Yudha Prasetyo, melalui keterangannya, Kamis (26/2).
Ia menerangkan, setiap SPPG dengan asumsi penerima manfaat sekitar 2.000 siswa, membutuhkan sayuran sebanyak 100-160 kg setiap hari. Kemudian untuk produk hewani, seperti telur dan daging ayam, sekitar 160-200 kg per hari.
"Sementara satu kecamatan di sini bisa memiliki 6-24 SPPG. Maka perputaran ekonominya luar biasa. Asumsikan ada 10 SPPG saja, maka setiap hari butuh 1-1,6 ton sayur, dan 1,6-2 ton telur atau daging ayam," terangnya.
- Istimewa
Yudha menjelaskan, kebutuhan sayuran dan produk hewani untuk SPPG itu dipenuhi dari beberapa penyedia barang (supplier), dengan sistem pembayaran cash setelah barang datang.
"Rata-rata ada 4-6 supplier tiap SPPG. Skema pembayaran langsung, barang datang H+1 uang masuk ke rekening supplier," jelasnya.
Selain itu, menurut Yudha, pihak SPPG juga harus menyerap relawan dari masyarakat sekitar. Sehingga dapur MBG ini juga turut membedayakan warga lokal.
"Untuk relawan itu wajib 70% warga sekitar," pungkasnya.(chm)