- Rika Pangesti/tvOnenews
Viral Potongan Video JK, Ada Manipulasi Konteks dan Penyebaran Masif
"Ada dikotomi yang terjadi di publik, antara membela JK atau membela umat Kristen. Ini yang sangat berbahaya," sambung Nova.
Untuk itu, Ia menyarankan beberapa hal agar kasus seperti ini tidak menjadi konflik SARA. Diantaranya dengan literasi digital, penguatan verifikasi, dan edukasi tentang teknik manipulasi di media sosial.
"Bisa dilakukan dengan kampanye "stop dulu" atau "tonton dulu secara utuh", jangan yang potongan. Kedua, Fact Checker harus diperkuat, dan ketiga masyarakat harus diberitahu bagaimana dekonstualisasi itu bekerja, atau selective editing itu dilakukan, dan AI generate konten digunakan untuk memanipulasi opini," jelasnya.
Terakhir, Ia menyarankan adanya dialog lintas agama dan membangun narasi sejarah dengan benar. Hal itu juga harus dikampanyekan masif untuk mengimbangi narasi-narasi yang provokatif di media sosial.
"Pemuka agama memberikan klarifikasi (PGI dan HKBP), dan membangun narasi bersama tentang sejarah dengan benar agar kita bisa melihat secara utuh di lapangan," pungkasnya.(chm)