- Antara
BI Kalteng Usung Batang Gawi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi
tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan diseminasi laporan perekonomian provinsi setempat tahun 2026 bertajuk Batang Gawi, yakni bersinergi wujudkan ketahanan pangan dan energi menuju Kalteng berdaya saing.
"Diseminasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dan memberikan rekomendasi kebijakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Adhi Nugroho di Palangka Raya, Selasa.
Batang Gawi 2026 hadir sebagai ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah bersama, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.
Tema tersebut dinilai relevan di tengah dinamika geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, hingga kebutuhan penguatan struktur ekonomi daerah.
Pada sektor energi, implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai membuka peluang strategis bagi Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit nasional.
Sedangkan pada sektor pangan, penguatan produksi lokal, stabilitas pasokan serta kesiapan menghadapi risiko iklim menjadi fokus penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, lanjutnya.
Sebagai agenda utama, Batang Gawi 2026 menghadirkan dua sesi diskusi panel strategis. Sesi pertama mengangkat tema “Strategi implementasi B50 dalam menjaga ketahanan energi” dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, serta Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah.
Diskusi membahas arah kebijakan implementasi B50, peluang hilirisasi sawit di Kalimantan Tengah, dukungan sektor jasa keuangan, hingga kesiapan pelaku usaha dalam menangkap peluang ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.
Sesi kedua, ia mengatakan, mengangkat tema “Menyongsong ketahanan pangan dan lumbung pangan nasional dalam mendukung asta cita” dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.
Pembahasan difokuskan pada penguatan produksi pangan lokal, stabilitas pasokan dan harga, dukungan fiskal, pemanfaatan data statistik, hingga sinergi lintas lembaga dalam membangun ekosistem pangan daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
Melalui Batang Gawi 2026, Bank Indonesia berharap kolaborasi lintas sektor khususnya di Kalteng semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan energi daerah.
Kalimantan Tengah juga diharap mampu mengoptimalkan potensi sumber daya daerah, memperkuat daya tahan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan semakin inklusif dan berkelanjutan.(chm)