- Antara
Heboh Isu Monopoli Bioskop, Jangan Catut Nama PH Kecil
"Jadwal didapat atas komitmen kerja, bukan titipan rahasia," tukasnya.
- Istimewa
Ketiga, lama mengantre tidak otomatis menjamin kelayakan tayang. Aspek teknis, kualitas konten, hingga kesiapan strategi pemasaran tetap jadi penentu, terutama di periode kompetitif seperti musim libur Agustus.
Keempat, sistem eksibisi jaringan bioskop bersifat transparan dan berbasis data. Jika penonton sepi di hari pertama atau kedua, jam tayang otomatis dikurangi. Sebaliknya, layar akan ditambah saat antusiasme penonton tinggi.
"Aturan ini mutlak berlaku adil untuk semua PH," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Basyar mengajak rekan sejawat sesama produser untuk kembali fokus pada esensi karya. Ia mengingatkan agar persoalan sepinya penonton tidak dilemparkan sebagai narasi penindasan ke ranah politik.
"Sebagai pelaku teknologi, saya melihat tata kelola industri bioskop kita saat ini sudah sangat berbasis data (data-driven) dan transparan. Rumusnya sederhana: kalau mau film kita tayang lama dan disambut baik, perbaiki kualitas filmnya dan matangkan strategi promosinya, bukan membawa urusan bisnis ini menjadi panggung politik," pungkas Basyar.(chm)