- Istimewa
Anthony Leong Dorong Pengusaha Muda Kuasai Ekonomi Digital, E-Commerce hingga Live Streaming Commerce
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Anthony Leong, menilai ekonomi digital akan menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Karena itu, ia mendorong pengusaha muda Indonesia untuk lebih agresif masuk ke sektor e-commerce, social commerce, artificial intelligence, hingga live streaming commerce yang kini berkembang sangat cepat.
Menurut Anthony, Indonesia saat ini merupakan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai sekitar US$100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Sektor e-commerce masih menjadi kontributor terbesar ekonomi digital nasional dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$71 miliar atau tumbuh 14 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Ekonomi digital bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi realitas ekonomi hari ini. Pengusaha muda Indonesia harus menjadi pemain utama, bukan hanya penonton di negeri sendiri,” ujar Anthony Leong dalam keterangannya.
Anthony menilai perubahan perilaku konsumen pasca pandemi telah mengubah pola perdagangan global secara fundamental. Saat ini masyarakat semakin terbiasa berbelanja melalui platform digital, media sosial, hingga live streaming commerce yang menggabungkan hiburan, interaksi, dan transaksi secara langsung.
Menurutnya, fenomena live commerce telah menjadi model bisnis baru yang sangat potensial, terutama bagi UMKM dan brand lokal untuk memperluas pasar dengan biaya promosi yang lebih efisien.
“Sekarang handphone bisa menjadi toko, studio, sekaligus pasar global. Karena itu pengusaha muda harus adaptif terhadap perubahan pola konsumsi digital,” katanya.
Anthony menjelaskan bahwa live streaming commerce memiliki kekuatan besar karena mampu menciptakan interaksi langsung antara penjual dan konsumen sehingga meningkatkan engagement, trust, dan keputusan pembelian secara real time. Tren tersebut bahkan telah menjadi salah satu motor utama pertumbuhan e-commerce global.
Namun demikian, Anthony menilai masih banyak pengusaha muda Indonesia yang belum maksimal memanfaatkan ekonomi digital karena keterbatasan literasi teknologi, branding digital, akses pasar, dan kemampuan membangun konten kreatif.
Karena itu, ia mendorong agar HIPMI mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem entrepreneur digital nasional melalui program pelatihan AI, digital marketing, live commerce academy, creator economy, hingga business matching digital lintas negara.
“HIPMI harus menjadi akselerator pengusaha digital Indonesia. Kita harus membantu anggota tidak hanya kuat offline, tetapi juga kuat di platform digital global,” ujarnya.
Anthony juga menilai penguatan ekonomi digital dapat menjadi solusi untuk mempercepat lahirnya pengusaha kelas menengah baru di Indonesia.
Ia menyoroti bahwa lebih dari 99% unit usaha Indonesia masih didominasi UMKM, namun banyak yang kesulitan naik kelas karena terbatasnya akses pasar dan produktivitas. Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi alat percepatan scaling up usaha nasional.
“Digitalisasi memungkinkan UMKM daerah menjual produk ke seluruh Indonesia bahkan dunia tanpa harus memiliki toko fisik besar. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegas Anthony.
Selain itu, Anthony menilai Indonesia memiliki peluang menjadi pusat ekonomi digital terbesar di kawasan karena didukung bonus demografi, tingginya penetrasi internet, serta populasi muda yang sangat adaptif terhadap teknologi. Data pemerintah menunjukkan penetrasi internet Indonesia telah mencapai lebih dari 80 persen dengan pengguna internet sekitar 229 juta orang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi digital juga harus diiringi penguatan regulasi, perlindungan data, literasi digital, dan ekosistem usaha yang sehat agar tidak hanya menguntungkan platform besar semata.
“Transformasi digital harus menghasilkan lebih banyak pengusaha Indonesia yang naik kelas, lebih produktif, dan memiliki daya saing global,” tutup Anthony yang juga CoFounder Haluan Digital Network, perusahaan social commerce terbesar di Indonesia.(chm)