news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Implementasi Konektivitas Logistik di Banten yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta..
Sumber :
  • Antara

PT Krakatau Bandar Samudera Wujudkan Hub Pelabuhan Baja Nasional dan Dorong Konektivitas Multimoda untuk Dukung Zero ODOL 2027

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) menegaskan komitmennya mendukung implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui penguatan konektivitas logistik berbasis pelabuhan, kereta api, dan angkutan laut yang terintegrasi dengan kawasan industri.
Rabu, 17 Juni 2026 - 13:11 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) menegaskan komitmennya mendukung implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui penguatan konektivitas logistik berbasis pelabuhan, kereta api, dan angkutan laut yang terintegrasi dengan kawasan industri.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Implementasi Konektivitas Logistik di Banten yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (10/6). Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator pelabuhan, asosiasi industri baja, serta pelaku logistik nasional untuk membahas kesiapan implementasi Zero ODOL dan penguatan konektivitas industri.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, serta dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud, S.T., M.T. Sementara sesi diskusi menghadirkan Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Hermin Esti Setyowati, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Muhammad Julianto, Executive Director IISIA Harry Warganegara, Direktur Pengembangan Usaha PT Pelindo (Persero) Prasetyo, dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad mengatakan implementasi Zero ODOL memerlukan transformasi sistem logistik nasional agar distribusi barang tetap berjalan efisien tanpa bergantung pada angkutan jalan yang berlebih muatan.

"Kami akan menyiapkan konektivitas ke Surabaya menggunakan kereta api dan kapal laut, baik kapal Roro maupun kapal kargo. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri yang selama ini cukup tinggi dapat dikurangi," ujar Noor Fuad. 

Menurutnya, implementasi strategi ini tidak perlu menunggu hingga 2027. KBS akan mulai menjalankan pengembangan layanan secara bertahap sambil membangun pasar dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra usaha. Selain mendukung implementasi Zero ODOL, KBS juga menegaskan perannya sebagai Steel Industry Supply Chain Operator yang mengintegrasikan layanan pelabuhan, logistik, dan konektivitas industri baja nasional. Sejak berdiri pada 1996, KBS telah menjadi pilar pendukung utama industri baja di Kawasan Cilegon, khususnya Krakatau Steel Group.

Noor Fuad menjelaskan bahwa industri baja memiliki karakteristik arus bahan baku dan produk yang sangat bergantung pada transportasi laut. Karena itu, keberadaan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing industri. 
KBS saat ini berperan sebagai sentralisasi arus masuk bahan baku dan distribusi produk baja nasional. Posisi tersebut semakin strategis seiring program hilirisasi Krakatau Steel yang diproyeksikan meningkatkan volume produksi dan kebutuhan logistik industri baja nasional.

"Yang paling penting, penggunaan kereta api dan kapal laut akan membantu meminimalkan polusi sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas udara lebih baik," katanya. 

Menurut Fuad, implementasi Zero ODOL tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan transportasi, tetapi juga membutuhkan kesiapan ekosistem logistik nasional. Dalam mendukung program Zero ODOL, KBS juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana pendukung di sektor logistik. Menurut Fuad, proses distribusi dari pelabuhan menuju gudang tetap membutuhkan armada angkutan yang memenuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.

Karena itu, pelaku usaha transportasi membutuhkan dukungan investasi untuk melakukan peremajaan armada dengan kendaraan yang lebih modern, efisien, dan sesuai regulasi. 

"Kami melihat perlu ada dukungan pembiayaan yang kompetitif agar pelaku usaha bisa melakukan investasi dan meremajakan armada truknya sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. 

Fuad menilai pemberian insentif bagi pelaku usaha dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat implementasi kebijakan Zero ODOL. Menurut dia, langkah tersebut berpotensi lebih efektif dibandingkan menanggung biaya besar akibat kerusakan jalan dan kemacetan yang ditimbulkan kendaraan ODOL.

Di sisi lain, KBS telah mengoperasikan layanan Ro-Ro pada rute Cigading–Panjang yang menghubungkan kawasan industri di Banten dengan Lampung. Layanan tersebut menjadi salah satu alternatif distribusi logistik yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas penyeberangan sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri.

KBS juga terus memperkuat konektivitas kereta api barang yang menghubungkan Cilegon, Jakarta, hingga Surabaya serta mengembangkan fasilitas Container, ISO Tank dan Cold Chain untuk mendukung kebutuhan logistik industri yang terus meningkat. Melalui penguatan konektivitas multimoda tersebut, KBS menargetkan dapat berperan sebagai hub pelabuhan baja nasional sekaligus mendukung keberhasilan implementasi Zero ODOL melalui sistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:36
06:55
02:07
01:07
01:11

Viral