- Antara
Mau Jual Barang Mewah Tak Perlu Bingung Sekarang
tvOnenews.com - Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya reda, banyak orang mulai melirik barang mewah yang tersimpan di lemari sebagai sumber dana cepat. Tas branded, jam tangan mewah, atau perhiasan berkelas kini tak hanya jadi simbol gaya hidup, tapi juga aset yang bisa dicairkan saat kebutuhan mendesak datang. Persoalannya, tidak semua orang punya waktu luang untuk datang ke gerai, apalagi jika harus membawa barang berharga di tengah kemacetan kota besar.
Menjawab tantangan itu, ALLU, perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang jual putus barang mewah kelas atas, memperkenalkan layanan bernama ALLU Personal Service. Konsepnya sederhana namun menjawab kebutuhan nyata: pelanggan tidak perlu lagi mendatangi toko untuk menjual barang mewahnya. Tim ALLU yang akan datang menghampiri, baik ke rumah, kantor, coffee shop, maupun lokasi lain sesuai kesepakatan.
Layanan ini dirancang khusus bagi mereka yang punya jadwal padat, enggan keluar rumah, atau sekadar tidak nyaman membawa barang bernilai tinggi ke tempat umum. Transaksi tetap berjalan dengan standar yang sama seperti di gerai resmi, mulai dari proses pengecekan keaslian barang hingga pencairan dana. Saat ini, layanan personal ini berlaku untuk transaksi minimal Rp30 juta di wilayah Jakarta dan Surabaya.
Taku Matsumoto, Product Specialist ALLU asal Jepang, menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat. Menurutnya, kepercayaan pelanggan tetap menjadi prioritas utama meski transaksi dilakukan di luar toko, karena proses penilaian tetap dilakukan langsung oleh tenaga ahli yang sama seperti di gerai.
Selain menonjolkan kemudahan lewat layanan jemput bola tersebut, ALLU juga tengah memperkuat posisinya lewat jaringan gerai yang kini menjadi yang terluas di kategorinya di Indonesia. Total ada 17 toko yang tersebar di tujuh kota besar, mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Makassar, hingga Medan. Sebaran ini jauh melampaui kompetitor sejenis di dalam negeri dan membuat akses masyarakat untuk menjual barang mewah menjadi lebih mudah dijangkau, tanpa harus bepergian jauh ke kota lain.
Sejak masuk ke pasar Indonesia pada 2022, ALLU bekerja sama dengan PT Mastro Luxe Indonesia sebagai mitra resmi dalam menjalankan operasional gerainya. Di level global, ALLU berada di bawah naungan Valuence Holdings Inc., grup asal Jepang yang telah punya reputasi kuat di industri luxury resale dunia dengan lebih dari 170 toko di 17 negara, Amerika Serikat, Prancis, Hong Kong, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. Nama Valuence sempat menjadi sorotan global setelah berhasil memenangkan lelang tas Hermès Birkin pertama milik mendiang Jane Birkin senilai Rp163 miliar di rumah lelang Sotheby's, Paris, pada 2025.
Dari sisi bisnis, ALLU membedakan diri lewat sistem jual putus, bukan titip jual atau konsinyasi. Artinya, begitu barang dinyatakan sesuai penilaian, dana langsung cair tanpa harus menunggu barang laku terjual lebih dulu. Proses ini diklaim hanya memakan waktu 30 hingga 60 menit, tergantung jenis, jumlah, dan kondisi barang yang dijual.
Satu hal yang membedakan ALLU dari sejumlah tempat jual barang bekas lainnya adalah fleksibilitas dalam menerima kondisi barang. Barang lama, tanpa kotak, tanpa nota pembelian, bahkan yang punya sedikit cacat atau lecet tetap bisa dinilai, selama keasliannya terjamin. Penilaian dilakukan langsung oleh expert asal Jepang, dan setiap gerai dilengkapi ruang transaksi privat dengan layanan one-on-one, sehingga kenyamanan dan kerahasiaan pelanggan tetap terjaga.
Kategori barang yang diterima juga cukup luas. Untuk tas, ALLU menerima merek seperti Hermes, Louis Vuitton, Chanel, Dior, hingga Gucci dan Prada. Untuk jam tangan, ada Rolex, Audemars Piguet, Patek Philippe, Omega, Tag Heuer, Panerai, dan Hublot. Sementara kategori perhiasan mencakup Cartier, Bvlgari, Tiffany & Co., hingga Van Cleef & Arpels.
Bulan Juli ini, ALLU juga tengah menggelar promo tambahan berupa cash bonus hingga Rp10 juta untuk transaksi jam tangan dan Rp3 juta untuk transaksi perhiasan, berlaku di seluruh gerai ALLU se-Indonesia. Informasi promo lainnya dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @allu.idn.
Bagi pelanggan yang ingin bertransaksi rutin, ALLU juga menyediakan program membership bernama ALLU Rewards. Setiap transaksi penjualan barang mewah akan menghasilkan poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai keuntungan, mulai dari voucher cash bonus, peluang mendapatkan passive income hingga Rp25 juta per bulan lewat kode referral, sampai akses ke lounge eksklusif yang rencananya segera hadir.
Dengan kombinasi jaringan gerai terluas dan layanan personal yang fleksibel, ALLU tampak ingin memastikan satu hal: menjual barang mewah kini bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, tanpa harus repot. Bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan barang mewah sebagai sumber likuiditas cepat, kehadiran opsi seperti ini bisa jadi pertimbangan yang layak dilirik.(chm)