- Dishub DKI Jakarta
Dishub DKI Jakarta Perkuat Integrasi Data Transportasi Real-Time untuk Dukung Kebijakan Berbasis Bukti
tvOnenews.com - Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan transportasi melalui Optimalisasi Dashboard Integrasi Data Transportasi Berbasis Real-Time untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis.
Inovasi yang dikembangkan Pusat Data dan Informasi Perhubungan (Pusdatinhub) ini hadir untuk menjawab tantangan pengelolaan data transportasi yang berasal dari berbagai moda, operator, sistem teknologi informasi, dan perangkat pendukung. Sebelumnya, terdapat lebih dari 35 sumber data transportasi yang tersebar pada berbagai platform, sehingga diperlukan integrasi agar informasi dapat dimanfaatkan secara lebih cepat dan komprehensif.
Melalui pemanfaatan Application Programming Interface (API), data dari berbagai sistem mulai dihubungkan ke dalam satu perspektif mobilitas. Pada tahap awal, dashboard telah mengintegrasikan data operasional dari PT MRT Jakarta, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan PT JakLingko Indonesia. Selain itu, telah dilaksanakan User Acceptance Test (UAT), sosialisasi kepada pengguna internal, serta penyusunan rekomendasi penyempurnaan sistem.
Listiyaning Handayani kepala Pusdatin Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan bahwa penguatan integrasi data menjadi bagian penting dalam menghadirkan penyelenggaraan transportasi Jakarta yang semakin responsif, terukur, dan berbasis bukti.
“Transportasi Jakarta tidak hanya membutuhkan data yang banyak, tetapi membutuhkan data yang terintegrasi, berkualitas, dan dapat digunakan secara cepat untuk mengambil keputusan. Dengan integrasi data secara real-time, kita ingin memastikan setiap kebijakan transportasi memiliki dasar informasi yang kuat dan sesuai dengan kondisi mobilitas masyarakat di lapangan,” ujar Listiyaning.
Menurutnya, pemanfaatan data tidak berhenti pada fungsi monitoring. Data yang terintegrasi harus mampu diterjemahkan menjadi informasi, analisis, keputusan, hingga peningkatan pelayanan publik.
“Data harus memberikan manfaat nyata. Dari data kita menghasilkan informasi, dari informasi kita melakukan analisis, kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat Jakarta,” lanjutnya.
Dashboard integrasi data juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem smart mobility di Jakarta. Pengembangan selanjutnya diarahkan pada perluasan sumber data, peningkatan kemampuan analitik, penyempurnaan visualisasi, serta pengembangan menuju Executive Dashboard Transportasi yang dapat mendukung ekosistem SPBE dan pengambilan keputusan strategis.
Selain mendukung kebutuhan internal pemerintah, integrasi data transportasi memiliki potensi untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, operator transportasi, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Data mobilitas dapat dimanfaatkan untuk menganalisis konektivitas antarmoda, pola perpindahan penumpang, titik kemacetan, kinerja simpul transportasi, hingga kebutuhan intervensi pelayanan.
Budi menegaskan bahwa pengembangan sistem ini akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek standardisasi data, keamanan informasi, kualitas data, kewenangan akses, serta perlindungan informasi sensitif.
“Kita ingin membangun ekosistem data transportasi yang berkelanjutan. Bukan sekadar membuat dashboard, tetapi membangun tata kelola data yang mampu menghubungkan berbagai moda dan sumber data sehingga Dishub dapat melihat kondisi mobilitas Jakarta secara lebih utuh,” kata Listiyaning.
Ke depan, integrasi data transportasi diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pemantauan, tetapi berkembang menjadi infrastruktur kebijakan yang mendukung perencanaan, pengendalian, evaluasi, serta inovasi pelayanan transportasi.
Dengan demikian, transformasi digital transportasi Jakarta diarahkan untuk memastikan bahwa teknologi dan data benar-benar menghasilkan nilai bagi masyarakat—melalui kebijakan yang lebih tepat, koordinasi yang lebih efektif, dan pelayanan transportasi publik yang semakin responsif.(chm)