news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UI mengajari warga transmigrasi di Papua Barat mengolah biji pala jadi hand sanitizer..
Sumber :
  • Istimewa

Tim Ekspedisi Patriot Ajari Warga Papua Barat Olah Biji Pala Jadi Hand Sanitizer Alami, Nilai Ekonominya Meningkat

TEP UI melatih warga transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi hand sanitizer. Inovasi ini diharapkan membuka peluang usaha dan nilai tambah.
Sabtu, 26 September 2026 - 20:41 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Biji pala yang selama ini memiliki nilai jual rendah, kini mulai dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi.

Upaya meningkatkan nilai tambah itu dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UI yang mengajari warga kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, untuk mengolah biji pala menjadi pembersih tangan atau hand sanitizer.

Biji pala dipilih karena mengandung minyak atsiri dan senyawa aktif yang dinilai memiliki potensi sebagai antibakteri alami.

"Harapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi," kata Mama Katerina Bieth, salah satu peserta pelatihan pengolahan biji pala di Balai Isombani, kampung Werianggi, Papua Barat, Sabtu (26/9/2026).

Produk pembersih tangan berbahan biji pala ini sekaligus diharapkan membantu warga menjaga sanitasi di tengah keterbatasan air bersih.

Pelatihan itu diikuti 20 mama-mama yang tergabung dalam kelompok UMKM Ayawata. Pesertanya berasal dari orang asli Papua dan warga transmigran.

Pembuatan hand sanitizer dimulai dengan menjemur biji pala selama lima hingga enam hari hingga kering. Setelah itu, biji pala ditumbuk sampai halus dan direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan perbandingan 1:5 selama tiga hari.

Campuran tersebut kemudian disaring, lalu ekstraknya selanjutnya dimasukkan ke dalam botol semprot untuk digunakan sebagai hand sanitizer.

Pemanfaatan biji pala sebagai bahan dasar produk tersebut mengacu pada kajian literatur. Namun, kandungan dan efektivitasnya masih dalam proses verifikasi oleh tim melalui pengujian laboratorium.

"Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu," ujar Fhira, anggota Tim Ekspedisi Patriot UI.

Dalam pengujian laboratorium, tim membandingkan empat sampel. Sampel tersebut terdiri atas kelompok tanpa hand sanitizer, hand sanitizer berbahan biji pala, hand sanitizer berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.

Produk tersebut rencananya diperkenalkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober mendatang setelah hasil pengujian laboratorium keluar. Langkah itu menjadi bagian awal untuk memperluas pengenalan produk kepada pasar.

Pengembangan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu fondasi kekuatan ekonomi nasional.

"Ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan," ujar Presiden Prabowo, Jumat (14/8) lalu.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan keberadaan Tim Ekspedisi Patriot menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan masyarakat.

"Kalian tidak hanya turun membawa penguasaan ilmu, tetapi juga solusi yang membumi," ujar Menko AHY Kamis, (17/9) saat audiensi dengan TEP di Jayapura.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pengembangan kawasan dapat diawali dari pemanfaatan potensi yang tersedia di sekitar masyarakat.

Potensi tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, pemanfaatan teknologi, perbaikan pengemasan, hingga pembukaan akses pasar.

"Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat," kata Menteri Iftitah. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral