news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Masjid tertua di Madandan Toraja simbol keberagaman beragama.
Sumber :
  • joni tonapa

Dibangun Tahun 1958 M, Masjid Tertua di Madandan, Simbol Keberagaman Umat Beragama di Toraja

Bangunan mesjid jami' madandan toraja menjadi simbil keberagaman umat beragama di kabupaten tana toraja, mesjid jami' dibangun warga lintas agama tahun 1958 M
Senin, 18 April 2022 - 13:15 WIB
Reporter:
Editor :

Tana Toraja, Sulawesi Selatan - Semangat toleransi umat beragama di Lembang Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak dahulu hingga sekarang terus digaungkan, dimana Masjid Jami’, Masjid tertua yang dibangun pada Tahun 1958 M merupakan salah satu kepingan sejarah masuknya agama islam di Toraja.

 


"Masjid jami adalah salah satu masjid tertua yang ada di toraja dan dibangun pada Tahun 1958 M, dan sudah lima kali pindah tempat. Sementara dalam menjalin hubungan sosial kemasyarakatan jamaah Masjid Jami’ saling menghargai dan saling membantu, sehingga toleransi antar umat beragama seperti di Madandan tetap terjaga," ungkap Rahim Tambing, pengurus Mesjid Jami'.

 


Mesjid Jami' yang berada ditengah-tengah pemukiman masyarakat Toraja melambangkan semangat toleransi beragama yang digaungkan masyarakat Lembang Madandan. Hal ini terlihat jelas dengan bangunan Masjid Jami’ yang merupakan Masjid tertua di Toraja dibangun atas kerja sama dan gotong ronyong penganut agama yang berbeda-beda, bahkan posisi bangunan pun berhadapan langsung dengan gereja.

 

 

Bangunan masjid yang sudah lima kali berpindah tempat tersebut, saat ini tepat berada dipinggir jalan poros Madandan – Rantetayo, yang merupakan akses penghubung Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Toraja Utara, sekaligus menjadi jalur perdagangan, sehingga masjid tersebut menjadi salah satu masjid yang kerap kali digunakan para pedagang untuk singga sholat, maupun berbuka puasa dengan jamaah setempat.

 

 
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan Hari Besar Islam, masjid Jami’ Madandan selalu dihadiri oleh masyarakat pemeluk agama yang berbeda, bahkan Pendeta dan Pastor pun kadang hadir di masjid tersebut. Misalnya acara buka puasa bersama yang digelar di masjid Jami’ Madandan selalu dihadiri oleh keturunan dan sanak kerabat dari Parenge Madandan yang beragama Kristen, bahkan menu buka puasa, terkadang disiapkan warga sekitar, sehingga toleransi antar umat beragama ditempat tersebut terus terjaga.

 

(jbt/asm)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral