news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Keluarga pelaut asal Makassar menjadi korban disandera perompak di Somalia.
Sumber :
  • idris tajannang

Pelaut Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Keluarga Mohon Bantuan Presiden Prabowo Subianto

Pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang merupakan Kapten kapal tanker Honour 25, disandera perompak di perairan Somalia bersama 16 awak kapal lainnya
Minggu, 26 April 2026 - 13:17 WIB
Reporter:
Editor :

Gowa, tvOnenews.com - Kabar memilukan datang dari keluarga seorang pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kapten kapal tanker Honour 25, Ashari Samadikun (33), dilaporkan disandera oleh perompak di perairan Somalia bersama 16 awak kapal lainnya sejak Selasa, 21 April 2026.

Peristiwa penyanderaan itu terjadi saat kapal berlayar dari Oman menuju Somalia. Informasi pertama diterima keluarga melalui pesan suara yang dikirim langsung oleh Ashari kepada istrinya, Santi Sanaya (26).

“Waktu hari Selasa jam 19.30 Wita, suamiku bilang kapalnya diserang bajak laut. Saya sempat hubungi kembali, masih aktif handphonenya tapi tidak direspons. Beberapa jam kemudian sudah tidak aktif lagi,” ungkap Santi saat ditemui dirumahnya. Sabtu (26/4/2026)

Santi menuturkan, komunikasi terakhir terjadi melalui panggilan video pada malam hari. Saat itu, kondisi suaminya masih terlihat baik, namun situasi di atas kapal disebut berubah-ubah tergantung kondisi ancaman dari perompak.

“Dia bilang kalau situasinya tidak menentu. Kalau perompaknya merasa terancam, keselamatan kru juga ikut terpengaruh,” tambahnya.

Yang membuat keluarga semakin terpukul, para kru disebut sempat mendapat ancaman serius dari para penyandera.

“Iya, dia sempat bilang kalau tidak ditebus, mereka akan dieksekusi malam itu. Kami sangat terpukul,” ujarnya.

Dari total 17 kru kapal tanker Honour 25, empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia. 

Selain Ashari asal Gowa, terdapat Adi Faizal dari Bulukumba, Wahudinanto dari Pemalang, serta Fiki Mutakin dari Bogor.

Meski kapal tersebut merupakan milik perusahaan asing berbasis Uni Emirat Arab, pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia dapat turun tangan membantu proses pembebasan para sandera.

Hingga kini, kata Santi, belum ada kejelasan terkait nasib para kru. Pihak perusahaan disebut masih melakukan negosiasi dengan perompak, namun belum memberikan informasi pasti kepada keluarga.

“Katanya masih proses negosiasi, tapi kami belum tahu hasilnya. Kami hanya bisa menunggu dengan cemas,” jelasnya.

Kesedihan mendalam juga dirasakan oleh ibu korban, Siti Aminah (57). Ia tak kuasa menahan tangis saat mengenang sosok anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Anakku selalu bilang jangan banyak dipikir, tapi dia itu tulang punggung keluarga. Sangat baik sama orang tua dan adik-adiknya. Saya sangat sedih,” ucapnya lirih.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral