news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Gusnar Ismail bersama Forkopimda Provinsi Gorontalo meninjau lokasi Gelar Teknologi PENAS ke-XVII di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo..
Sumber :
  • Antara

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Kamis, 18 Juni 2026 - 00:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo di Kabupaten Gorontalo, Rabu, mengatakan jumlah personel yang diterjunkan masih berpotensi bertambah menyesuaikan dengan perkembangan tamu VVIP yang akan hadir pada kegiatan berskala nasional tersebut.

"Perkembangan siapa yang akan datang, apakah presiden atau wakil presiden, juga akan mempengaruhi jumlah personel. Jadi dari yang 786 itu kemungkinan masih bisa bertambah," katanya.

Ia menjelaskan pengamanan tidak hanya difokuskan di lokasi kegiatan PENAS XVII, tetapi juga mencakup hotel, penginapan, serta pemondokan yang ditempati peserta selama berada di Gorontalo.

Menurut dia, Polda Gorontalo terus berkoordinasi dengan Korem dan unsur terkait lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Terkait rencana aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan pelaksanaan PENAS XVII, Kapolda mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menerima empat pemberitahuan aksi demonstrasi.

Ia mengimbau agar pelaksanaan unjuk rasa tidak dilakukan di sekitar lokasi kegiatan agar tidak mengganggu masyarakat yang sedang mengikuti dan menikmati rangkaian PENAS XVII.

"Saya mengimbau jika akan melakukan unjuk rasa, jangan di lingkungan tempat kita semua berkumpul. Masyarakat sedang menikmati momen ini, jangan sampai mereka bersinggungan dengan para pengunjuk rasa," ujarnya.

Kapolda menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ia meminta agar pelaksanaannya memperhatikan waktu dan lokasi yang tepat sehingga tidak mengganggu jalannya kegiatan nasional tersebut.

"Unjuk rasa itu hak semua warga negara. Kami tidak menghalangi dan tidak melarang. Kami tetap akan mengamankan dan menjaga teman-teman yang akan menyampaikan aspirasi agar berjalan tertib dan lancar," katanya.

Ia kembali mengingatkan agar aksi demonstrasi tidak mengurangi kekhidmatan maupun kenyamanan pelaksanaan PENAS XVII yang menjadi ajang berkumpulnya petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

"Lihat tempatnya, jangan sampai mengganggu kekhidmatan acara kita semua. Ini acara rakyat, seluruh Indonesia ada di sini. Jangan sampai terganggu karena adanya aksi yang dilakukan di lokasi kegiatan," kata Kapolda.(chm)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:36
06:55
02:07
01:07
01:11

Viral