- Idris Tajannang
Genap Dua Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Pelaut Indonesia Desak Pemerintah Serius Bertindak
"Saya sebagai orang tua tiap malam bangun pasti pikiran saya ke sana. Bahkan dari pagi sampai sore hari pikiran saya hanya bagaimana kondisi anak saya yang sudah tertekan keadaannya," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kondisi fisik putranya terus mengalami penurunan selama masa penyanderaan.
"Badannya sudah kurus, matanya kosong, pandangannya kosong, rambut dan jenggotnya sudah panjang. Pakaiannya juga sudah lusuh dan tidak karuan. Inilah yang menjadi keprihatinan saya sebagai orang tua," katanya.
Dalam kondisi penuh harap, Syamsuddin mengaku telah mendatangi sejumlah ulama dan tokoh agama di Makassar untuk meminta doa demi keselamatan putranya.
"Saya sudah hubungi ulama-ulama dan para ustaz di Makassar. Saya sudah datangi dan minta doanya agar anak saya bisa diselamatkan dan dibebaskan," tuturnya.
Kini, harapan keluarga tertuju kepada Pemerintah Indonesia, DPR RI, dan Presiden Republik Indonesia agar segera mengambil langkah konkret untuk membebaskan empat WNI yang masih disandera.
"Saya berharap kepada Bapak Presiden sebagai kepala negara. Anak saya adalah warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah, saya minta tolong dalam kondisi begini supaya pemerintah, anggota dewan, tolong kasihan diperhatikan anak saya dan tiga orang Indonesia lainnya yang ada di atas kapal. Kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan," harapnya.
Menurut keluarga, waktu terus berjalan sementara kondisi para sandera semakin memburuk. Mereka berharap negara hadir dan menunjukkan keseriusan dalam menyelamatkan warganya yang hingga kini masih berada dalam ancaman senjata perompak Somalia.
"Kami hanya ingin mereka pulang dengan selamat ke Indonesia," tutupnya.
Sementara itu, Sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi para kru kapal MT Honour 25 yang masih berada dalam penyanderaan.
Dalam video tersebut tampak para awak kapal duduk di sebuah ruangan kapal sambil memperlihatkan makanan yang tersisa serta air minum yang terlihat keruh.
Video yang direkam dari atas kapal itu, Kapten MT Honour 25, Azhari Samadikun, menyampaikan langsung permohonan bantuan kepada pemerintah Indonesia.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya memohon bantuan segera kepada kami karena kondisi kami sekarang sangat-sangat kritis. Kami tidak tahu harus bertahan dengan apa sekarang," kata Azhari dalam rekaman tersebut.