- Idris Tajannang
Genap Dua Bulan Disandera Perompak Somalia, Keluarga Pelaut Indonesia Desak Pemerintah Serius Bertindak
Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan para kru semakin mengkhawatirkan. Beberapa di antaranya mengalami penyakit yang membutuhkan penanganan medis, sementara obat-obatan sangat terbatas.
"Banyak yang sakit. Mereka mengalami diabetes, mengalami infeksi. Banyak yang sudah tidak mampu bertahan sekarang," ujarnya.
Menurut Azhari, pasokan logistik di atas kapal hampir habis sehingga para awak kapal terpaksa bertahan hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Kami makan dengan makanan seadanya. Kami bertahan dengan air kotor," katanya.
Yang membuat para awak kapal semakin terpukul adalah tidak adanya bantuan yang mereka rasakan dari perusahaan tempat mereka bekerja.
"Perusahaan tidak sama sekali. Belum ada bantuan yang mereka kirimkan kepada kami," ungkapnya.
Azhari kemudian memohon agar pemerintah Indonesia turun tangan secara langsung dan mengintervensi perusahaan pemilik kapal agar bertanggung jawab terhadap keselamatan para kru.
"Kami minta tolong kepada pemerintah untuk mengintervensi perusahaan kami agar mempertanggungjawabkan krunya di sini karena kami sangat kesulitan menjalani hidup keseharian di sini," ujarnya.
Ia mengaku hingga saat ini para awak kapal belum melihat adanya proses yang memberikan harapan terhadap penyelesaian kasus penyanderaan tersebut.
"Sampai sekarang belum ada proses yang kami dapatkan. Hampir dua bulan kami di sini dan tidak ada bantuan apa pun dari perusahaan mengenai makanan maupun obat-obatan untuk kami," katanya. (itg/frd)