- Antara
Anwar Hafid Bangun Jembatan dari Dana Pribadi, Demi Pelajar Tak Lagi Seberangi Sungai
Sementara itu Pemerhati dan Praktisi Pendidikan Indra Charismadji mengatakan keberanian Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membangun Jembatan Masungkang dengan dana pribadi patut diapresiasi. Menurut dia, keputusan tersebut mencerminkan kepekaan, keberanian, dan respons cepat seorang pemimpin dalam menghadapi persoalan nyata yang dialami masyarakat.
“Langkah Gubernur Anwar Hafid patut diapresiasi sebagai wujud kepekaan, keberanian, dan respons cepat seorang pemimpin terhadap penderitaan konkret masyarakat,” kata Indra Charismadji.
Dia menambahkan respons cepat Anwar Hafid penting ketika persoalan yang dihadapi masyarakat berkaitan langsung dengan keselamatan dan keberlangsungan pendidikan. Menurut dia kebutuhan mendesak seperti akses penyeberangan harus mendapat perhatian segera karena risiko yang dihadapi para pelajar berlangsung setiap hari.
“Anak-anak tidak dapat diminta menunggu siklus anggaran berikutnya sementara setiap hari mereka harus menghadapi risiko ketika pergi ke sekolah,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan infrastruktur yang masif menjadi komitmen pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Anwar Hafid-Reny Lamadjido selama ini. Melalui skema Multi Years Contract (MYC) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp604,8 miliar membangun semua jalan di wilayahnya.
Selain melalui skema multiyears contract, pada tahun 2026 Berani Lancar juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp208,98 miliar untuk membangun jalan dan jembatan. Pada 2026, pemerintah provinsi menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.(chm)