- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kaltara, Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun
Khofifah mengatakan, Jawa Timur memiliki pengalaman dalam membuka pasar sarang burung walet di luar negeri. Melalui misi dagang internasional, jejaring perdagangan komoditas tersebut terus diperluas, termasuk ke Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Selatan.
“Tadi saya menyampaikan, kita baru saja melakukan misi dagang di Hong Kong, dulu susahnya kita memasukkan produk sarang burung walet. Dua bulan lalu kita bisa memasukkan dalam jumlah yang cukup siginifikan dan mendapatkan transaksi yang cukup prestisius. Artinya ini tidak hanya market bagi Jawa Timur, tapi market juga bagi masyarakat petani sarang burung walet di Kaltara,” terangnya.
Menurut Khofifah, jejaring yang telah dibangun Jawa Timur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan produk sarang burung walet Kaltara dengan pasar yang lebih luas.
“Apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi catatan penting baik trader dan buyer, untuk bisa melakukan langkah tindak lanjut. Potensi sarang burung walet di Kaltara ini sangat besar dan perlu kita koneksikan dengan jejaring pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Khofifah menjelaskan, Misi Dagang pada dasarnya merupakan upaya mempertemukan mata rantai produksi dan kebutuhan pasar. Karena itu, transaksi yang tercipta hari ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama baru, termasuk untuk membuka akses ekspor bagi produk unggulan daerah.
“Inilah sebetulnya penguatan jejaring yang kita harapkan, apa yang ditandatangani tadi ini sesuatu yang harus dikembangkan, diluas kembali supaya proses untuk bisa membawa produk ini ke luar negeri,” katanya.
Dalam konteks tersebut, posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik nasional dinilai dapat menjadi pengungkit konektivitas ekonomi antardaerah. Khofifah menyebut Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pintu perdagangan untuk menghubungkan produk dari berbagai wilayah Indonesia dengan pasar internasional.
“Ini bagian dari upaya menemu kenali kembali potensi luar biasa yang dimiliki Kaltara, kemudian mempertemukannya dengan jejaring yang lebih luas. Kita bicara konektivitas dan efisiensi terutama melalui perdagangan, kalau kita ingin ekspor maka pintunya memang paling efisien itu dari Surabaya,” katanya.