- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kaltara, Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun
Selain akses pasar, Khofifah juga menekankan pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Menurutnya, pengembangan bisnis membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif, mulai dari pasar, permodalan, hingga penguatan kapasitas manajerial.
“Ini adalah pola creative financing yang diinisiasi kedua provinsi, pelaku usaha dari Jawa Timur maupun Kaltara,” terangnya.
“Pengusaha dari kedua daerah juga memiliki ruang yang signifikan untuk bertumbuh. Kita ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya bertemu dengan pasar, tetapi juga memiliki akses terhadap pembiayaan dan penguatan kapasitas manajerial,” lanjutnya.
Besarnya peluang perdagangan Jatim dan Kaltara juga tercermin dari nilai perdagangan antarwilayah kedua provinsi. Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jatim–Kaltara mencapai Rp10,83 triliun.
Khofifah menilai kondisi tersebut justru menunjukkan besarnya ruang yang masih dapat dikembangkan untuk memperkuat perdagangan dua arah, terutama melalui diversifikasi komoditas dan peningkatan nilai transaksi.
Penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Utara saat ini didominasi lima komoditas utama, yakni pupuk yang mengandung nitrogen dan campuran lainnya sebesar 24,05 persen, sepeda motor 15,29 persen, beras setengah atau seluruhnya digiling 9,67 persen, semen, mortar, beton dan komposisi tahan api 9,02 persen, serta furnitur lainnya 3,65 persen. Kelimanya berkontribusi 61,69 persen terhadap total penjualan Jatim ke Kaltara.
Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Utara didominasi batubara tidak diaglomerasi sebesar 41,86 persen, minyak kelapa sawit mentah 35,10 persen, lembaran veneer, kayu lapis serta kayu digergaji 6,75 persen, buah dan kernel kelapa sawit 6,68 persen, serta produk perikanan berupa ikan beku 5,39 persen. Lima komoditas tersebut menyumbang 95,78 persen dari total pembelian Jatim dari Kaltara.
“Angka ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi. Pada saat yang sama, ini juga menunjukkan bahwa ruang untuk memperluas perdagangan dua arah masih sangat terbuka, baik dari sisi diversifikasi komoditas maupun peningkatan nilai transaksi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi kunjungan dan kepemimpinan Gubernur Khofifah dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim–Kaltara.
Menurut Zainal, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama ekonomi kedua provinsi sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan usaha yang lebih luas.