- Antara
47 Ribu Mahasiswa S1-S3 Sulteng Rasakan Manfaat Berani Cerdas
tvOnenews.com - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid memilih menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai investasi masa depan melalui Berani Cerdas. Hadirkan dampak positif besar, program tersebut bisa ditiru menjadi model pemerataan pendidikan bagi daerah lainnya.
Pemprov Suteng telah menyiapkan anggaran Rp355,261 miliar demi mendukung Berani Cerdas untuk pelajar, mahasiswa S1 hingga S3, pendidikan dokter spesialis, serta guru. Tahun ini penerima manfaat ditargetkan mencapai 47 ribu mahasiswa S1 lalu 100 penerima S2, 20 penerima S3, 10 penerima pendidikan dokter spesialis dan bantuan penyelesaian studi bagi 300 orang.
"Biarlah saya tidak populer dengan pembangunan yang mercusuar dan sebagainya. Tapi saya ingin membangun sumber daya manusia Sulteng, karena saya punya keyakinan 20 tahun yang akan datang kalau program ini benar-benar sukses maka Sulteng akan menjadi luar biasa. Itu keyakinan saya," kata Anwar Hafid.
Menurut Anwar, pendidikan harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama dalam pembangunan karena merupakan hak dasar setiap warga negara. Dia menegaskan perhatian terhadap pendidikan seharusnya menjadi prioritas bagi setiap pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.
"Pendidikan adalah hak dasar rakyat. Siapapun pemimpin, kalau dia cinta kepada rakyatnya maka pendidikan ini menjadi utama dan pertama harus dia perhatikan," jelasnya.
Kebijakan tersebut mendapat perhatian dari Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin yang menilai Berani Cerdas dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain. Meski setiap daerah memiliki skema beasiswa yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masyarakatnya.
"Iya tentu bisa dijadikan role model atau contoh di daerah-daerah lain atau di provinsi lain. Tetapi memang sangat variasi beasiswa didaerah lain itu berbeda," kata Ujang.
Dia menambahkan perluasan akses pendidikan melalui Berani Cerdas menunjukkan keberpihakan terhadap peningkatan kualitas SDM Sulteng. Menurut dia pemberian beasiswa hingga jenjang S3 membuka kesempatan luas bagi masyarakat meningkatkan pendidikan dan kualitas hidupnya.
"Saya melihat ini sebagai bentuk kepedulian dari seorang Anwar Hafid untuk meratakan pendidikan di wilayahnya. Maka dengan diberikannya beasiswa S1-S3 itu mencerminkan bahwa seorang Anwar Hafid ingin mengangkat harkat drajat dari masyarakat Sulawesi Tengah," ujarnya.
Menurut Ujang, perhatian terhadap masyarakat kecil menjadi salah satu kekuatan dari kebijakan tersebut karena akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Dia juga menyoroti pemberian beasiswa hingga jenjang S3 yang relatif jarang dilakukan oleh pemerintah daerah.
"Anwar Hafid peduli dengan pendidikan rakyatnya, peduli dengan pendidikan masyarakat kecil. Bahkan beasiswa S3 khususnya itukan jarang diberikan daerah oleh gubernur," imbuhnya.
Berani Cerdas juga menyasar siswa dari keluarga kurang mampu melalui pembiayaan SPP dengan peningkatan anggaran dari Rp1,09 miliar pada 2025 menjadi Rp1,75 miliar pada 2026. Selain itu, Rp4,52 miliar untuk beasiswa Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa serta Rp21,56 miliar untuk pembiayaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa SMK.(chm)