- Tangkapan Layar TikTok
Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis
tvOnenews.com - Aksi kelompok geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan, kembali mengungkap sisi lain dari tawuran jalanan yang meresahkan masyarakat.
Polisi tidak hanya menemukan dugaan aksi penyerangan, tetapi juga mengungkap kasus penganiayaan terhadap seorang remaja yang disebut sempat diculik sebelum menjadi sasaran kekerasan.
Korban mengalami serangkaian serangan setelah bertemu dengan kelompok geng motor di Jalan Ratulangi, Makassar, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Korban yang sedang dibonceng sepeda motor dihentikan, diancam menggunakan busur dan parang, lalu diserang ketika berusaha melarikan diri.
Polisi kemudian menangkap enam orang yang diduga terlibat, termasuk Al Kaisar (19), yang disebut sebagai ketua geng motor Waser.
Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Jalan Daeng Hayo, Kecamatan Manggala, Rabu (23/9/2026). Ironisnya, saat polisi datang, dua pelaku sedang melakukan live TikTok untuk membuat janji tawuran dengan kelompok lain.
Korban Dihentikan, Dikejar hingga Diserang dengan Parang
Kasus tersebut bermula ketika korban sedang dibonceng menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, korban bertemu dengan kelompok geng motor yang kemudian menghentikan kendaraan.
Kelompok tersebut diduga langsung mengancam korban menggunakan senjata tajam berupa parang dan busur panah.
"Korban dibonceng jalan naik motor bertemu dengan kelompok geng motor kemudian dihentikan, diancam busur dan parang," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana saat konferensi pers, Kamis (24/9).
Korban berusaha melarikan diri dari kelompok tersebut. Namun, para pelaku disebut tidak berhenti mengejar.
Salah satu pelaku menarik kaki korban ketika masih berada di atas sepeda motor. Pelaku lainnya kemudian menyerang menggunakan parang.
- Tangkapan layar Tiktok
Meski berhasil meloloskan diri, korban kembali menjadi sasaran. Kelompok tersebut mengejar dan kembali melakukan penganiayaan menggunakan busur panah.
"Korban sempat lari dikejar lagi dilakukan penganiayaan lagi dibusur di lutut dan korban melarikan diri lagi sehingga bisa melapor ke Polrestabes Makassar," beber Arya.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengungkap adanya dugaan penculikan dalam perkara tersebut. Korban disebut sempat dibawa oleh kelompok geng motor sebelum mengalami penganiayaan.
"Dia (geng motor) melakukan penganiayaan dengan cara menculik seseorang, kemudian menusuk korban dengan menggunakan senjata busur panah," paparnya.