- Tim tvOne/Daud Sitohang
Kisah Pilu Amora Bocah Asal Sidamanik Meninggal Karena Luka Bakar, Diduga Korban Malpraktik Sempat Pulih Usai Operasi
Jakarta, tvOnenews.com - Hampir dua tahun menahan penderitaan dan berharap bisa pulih kembali, gadis kecil Amora Rodimarito Purba, bocah perempuan berusia tujuh tahun yang mengalami luka bakar hampir 60 persen justru meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di sebuah RS Swasta di Kota Medan, Sumatera Utara.
Almarhumah Amora, yang mengalami luka bakar setelah tersulut bensin akibat bermain main dengan temannya ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di RS Bunda Thamrin Kota Medan, Sumatera utara, pada selasa (3/10/2023) kemarin.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga kemudian membawa jasad almarhumah ke rumah duka dan kini jasad Amora disemayamkan di rumah duka, di Huta Sipinggan, Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera utara.
Mengetahui kabar almarhumah meninggal dunia, Bupati Kabupaten Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, beserta istri Ratnawati Boru Sidabutar, Kadis Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Simanjuntak dan sejumlah pejabat di jajaran pemerintahan Kabupaten Simalungun, kemudian hadir dan melayat kerumah duka guna menyampaikan rasa turut berduka cita yang mendalam atas kepergian almarhumah.
Di hadapan keluarga, Bupati Kabupaten Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menyampaikan duka yang mendalam terhadap kepergian almarhumah Amora. Terlebih selama ini Pemerintah Kabupaten Simalungun, selama ini terus memantau perkembangan pengobatan dan menanggung seluruh biaya pengobatan Amora sampai sembuh termasuk juga biaya operasi plastik Amora sampai sembuh.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Simalungun, saya beserta istri dan keluarga dan masyarakat Kabupaten Simalungun tentunya turut berbelasungkawa atas kepergian almarhumah Amora. Kita tahu bahwa perjuangan dan semangat almarhumah untuk dapat kembali pulih, sangat luar biasa selama dua tahun terakhir. Namun, Tuhan ternyata berkehendak lain, dan Tuhan telah memanggil almarhumah kembali kepada-Nya,” ungkap Radiapoh.
Selanjutnya, saat mendengarkan adanya dugaan kelalaian petugas medis saat menangani pengobatan almarhumah, Radiapoh menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun akan mencari kebenaran hal tersebut dengan membentuk tim pencari fakta dan akan mendampingi pihak keluarga guna mencari kebenaran terhadap adanya dugaan kelalaian petugas medis seperti yang diungkapkan pihak keluarga.