news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harmilawaty (tengah) bersama bidan EA (kanan/ yang menggendong bayi)..
Sumber :
  • Tim tvOne/Daud Sitohang

Diduga Korban Malapraktik, Bayi di Simalungun Meninggal Lima Hari Usai Persalinan

Kegembiraan yang dirasakan keluarga pasangan suami istri Topan Bakkara (38) dan Harmilawaty (29) warga Lingkungan IV, Kelurahan Sipolha, Kecamatan Pamatang Sida
Selasa, 31 Oktober 2023 - 13:00 WIB
Reporter:
Editor :

Setelah mendengarkan penjelasan bidan tersebut, Topan Bakkara yang malam itu merasa panik, langsung setuju dengan pernyataan bidan EA, berharap kondisi istri dan bayinya sehat dan selamat pascamelahirkan.

Setelah mendapatkan persetujuan dari dirinya, bidan EA kemudian menggunakan sarung tangan mengeluarkan ari-ari dari rahim istrinya. Selanjutnya bidan tersebut kemudian menyuruh ibu sang bayi untuk menyusui bayinya.

Keesokan harinya, melihat kondisi istri dan bayinya dalam keadaan berangsur normal, Topan kemudian membawa istri dan bayinya pulang. Sementara itu, bidan EA bersama temannya datang ke rumah untuk melakukan check dan kontrol pascalahiran.

Berselang beberapa hari kemudian, Topan melihat kondisi kesehatan bayinya makin menurun, hingga akhirnya pada Sabtu (21/10) dini hari, Topan melarikan bayinya ke IGD RSUD Parapat.

Di RSUD Parapat, bayi tersebut langsung ditangani petugas medis dan dari penjelasan petugas medis di RSUD Parapat, Topan mengetahui bayinya sempat terminum air ketuban sebelum dilahirkan.

“Kata petugas rumah sakit, ada air ketuban di dalam tubuh bayi. Mereka tanya di mana bayiku lahir,” kata Topan.

Topan pun menyampaikan bayinya lahir di Puskesmas Parapat dan ditangani oleh bidan. Menurut petugas rumah sakit kepada Topan, seharusnya saat selesai bersalin, air ketuban yang sempat terminum dikeluarkan dari mulut bayi.

Tanpa banyak berkomentar lagi, petugas di RSUD Parapat menyedot cairan air ketuban lewat mulut bayi. Upaya penanganan terhadap bayi tersebut telah dilakukan secara maksimal oleh petugas medis di RSUD Parapat. Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana, bayi harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki ruang NICU.

Hingga kemudian bayi dirujuk ke RS Efarina Pematang Siantar yang memiliki ruang NICU. Di sana, bayi langsung mendapatkan pertolongan medis dan perawatan intensif. Di mana, saat itu, si bayi dalam kondisi kritis. Namun malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, bayi tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Malam itu juga, keluarga membawa jenazah bayi ke kampung halaman di Reva, Sipolha, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, selanjutnya pada Minggu (22/10) jenazah bayi dimakamkan. (dsg/wna)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral