- Istimewa
Pompa Apung Bantuan KSP Tiba di Aceh, Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana
tvOnenews.com - Kantor Staf Presiden (KSP) mengirimkan pompa apung untuk mempercepat pengeringan rumah warga serta fasilitas umum di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Bersamaan dengan itu, KSP juga menyalurkan ribuan item bantuan sandang dan kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan untuk bayi dan anak-anak. Seluruh bantuan tersebut tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat siang (2/1/2026).
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menyampaikan bahwa bantuan yang dikirim merupakan wujud kepedulian keluarga besar KSP terhadap warga terdampak bencana. “Hari ini bantuan dari Kantor Staf Presiden telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda. Selanjutnya bantuan akan didistribusikan ke Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Bantuan tersebut meliputi pompa apung, pakaian, serta mainan untuk anak-anak,” ujarnya di Aceh Besar.
Untuk pompa apung, KSP menyalurkan 10 unit, dengan 7 unit telah tiba dan sisanya masih dalam proses pengiriman. Iwan Eka menjelaskan, KSP memahami bahwa genangan air yang belum surut, lumpur yang menumpuk, serta keterbatasan kebutuhan dasar keluarga—terutama bagi bayi dan anak-anak—merupakan persoalan mendesak yang dihadapi warga pascabencana.
Selain pompa apung, KSP juga tengah menyiapkan alat penjernih air (water purifier) sebagai bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air minum yang bersih, aman, dan layak konsumsi, terutama di wilayah yang akses air bersihnya masih terbatas pascabencana.
Bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke wilayah terdampak, yakni di Kabupaten Pidie (Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, serta Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur) dan Kabupaten Pidie Jaya (Desa Lhoksanding, Kecamatan Meurah Dua). Distribusi difokuskan pada kawasan permukiman warga serta fasilitas umum yang selama ini menjadi titik paling lambat pulih pascabanjir.
“Pompa apung yang kami kirimkan bukan sekadar simbol bantuan, tetapi alat yang bisa langsung digunakan di lapangan. Tujuannya sederhana namun penting, agar rumah warga lebih cepat kering, aktivitas harian perlahan kembali berjalan, dan beban fisik serta psikologis masyarakat dapat berkurang,” lanjut Iwan Eka.