news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Banjir Putus Jalan Provinsi Penghubung Agam–Limapuluh Kota, Akses Palupuh Lumpuh Total.
Sumber :
  • Antara

Banjir Putus Jalan Provinsi Penghubung Agam–Limapuluh Kota, Akses Palupuh Lumpuh Total

Banjir putuskan jalan provinsi penghubung Agam–Limapuluh Kota di Palupuh. Akses terputus total akibat sungai meluap dan hujan deras.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:14 WIB
Reporter:
Editor :

Lubuk Basung, tvOnenews.com — Jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dengan Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terputus total akibat banjir yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (10/1/2026) sore. Putusnya akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga serta distribusi logistik antarwilayah.

Badan jalan provinsi tersebut terban di Jorong Tigo Kampung, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Material jalan dilaporkan terbawa arus banjir setelah Sungai Batang Pagadih meluap akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Jumat (9/1/2026) hingga Sabtu.

Camat Palupuh, Nong Rianto, mengatakan derasnya aliran sungai membuat badan jalan tidak mampu menahan tekanan air sehingga runtuh dan hanyut terbawa arus. Akibatnya, jalur alternatif Palupuh menuju Koto Tinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Air sungai cukup deras sehingga badan jalan terbawa arus. Saat ini akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan dan terputus total,” kata Nong Rianto saat dikonfirmasi di Lubuk Basung, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus selama dua hari terakhir menjadi pemicu utama banjir dan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Kondisi geografis Palupuh yang berbukit dan dilalui aliran sungai memperbesar risiko terjadinya banjir bandang dan terban jalan.

Selain menyebabkan putusnya jalan provinsi, banjir juga merendam satu unit rumah warga di Jorong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih. Rumah tersebut diketahui milik Sahrial. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Untuk sementara, tercatat satu rumah warga terendam banjir. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan,” ujarnya.

Nong Rianto mengungkapkan, kejadian ini memperparah kondisi infrastruktur di wilayah Palupuh yang sebelumnya juga sempat terdampak bencana. Pada akhir November 2025 lalu, jalan alternatif kabupaten di kawasan tersebut tertimbun tanah longsor dan mengalami terban di sejumlah titik akibat hujan lebat.

Akibat longsor tersebut, beberapa jorong di Nagari Pagadih sempat terisolasi karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Pemerintah Kabupaten Agam kala itu langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan membuka kembali akses lalu lintas.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral