news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan, Amran Sulaiman..
Sumber :
  • Jupri

Mentan Cek 1.000 Ton Beras Selundupan Sitaan DJBC Khusus Kepri di Karimun

Kehadiran Mentan dalam agenda tersebut untuk mengecek langsung barang bukti 1.000 ton beras selundupan hasil sitaan Kanwil DJBC Khusus Kepri. Beras tersebut rencananya akan dibawa dari Tanjungpinang ke wilayah surplus beras, yakni Palembang, dan diduga merupakan barang selundupan dari luar negeri.
Senin, 19 Januari 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

Karimun, tvOnenews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Senin (19/1/2026) pagi. Mentan tiba di Karimun sekitar pukul 07.40 WIB melalui Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun.

Kehadiran Mentan dalam agenda tersebut untuk mengecek langsung barang bukti 1.000 ton beras selundupan hasil sitaan Kanwil DJBC Khusus Kepri. Beras tersebut rencananya akan dibawa dari Tanjungpinang ke wilayah surplus beras, yakni Palembang, dan diduga merupakan barang selundupan dari luar negeri.

Dalam kunjungan itu, Mentan Amran mengaku terkejut dan marah melihat jumlah barang bukti sitaan tersebut. Ia secara tegas menyebut para pelaku mafia dan penyelundup beras sebagai penghianat negara.

“Saya meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku mafia dan penyelundup. Ini mengganggu swasembada kita dan menurut saya mereka adalah penghianat negara,” tegas Amran dalam konferensi pers.

Mentan Amran mengatakan aksi penyelundupan tersebut berdampak pada kerugian 115 juta petani padi di Indonesia.

“Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, kita surplus 1,1 juta ton beras dari 3,5 juta ton hasilnya. Justru ini diselundupkan dari Tanjungpinang yang bukan daerah penghasil,” ucapnya.

Ia juga meminta Kanwil DJBC Khusus Kepri agar segera memusnahkan barang sitaan 1.000 ton beras selundupan tersebut.

“Ini kita minta dimusnahkan karena kita takut berpenyakit. Kita belajar dari tahun 2020 lalu, di mana kita pernah impor daging dan ternyata masuk wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tentunya ini merugikan para peternak kita,” tuturnya.

Terakhir, Mentan Amran meminta Bulog untuk memastikan ketersediaan beras di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Karimun.

Dalam kunjungan dan pengecekan tersebut, Mentan didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Direktur Utama Bulog, Danrem Wira Pratama, dan Bupati Karimun. (aji/nof)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:03
04:31
01:12
00:56
05:51
04:43

Viral