news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mobil dihadang warga..
Sumber :
  • Rony

Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa

Bentrok kembali terjadi antara warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dengan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) brondolan sawit PT Bensuli Salam Makmur, Selasa (21/4/2026). Kericuhan pecah setelah mobil tangki perusahaan menerobos blokade jalan yang dibuat warga.
Jumat, 22 Mei 2026 - 14:01 WIB
Reporter:
Editor :

Subulussalam, tvOnenews.com - Bentrok kembali terjadi antara warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dengan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) brondolan sawit PT Bensuli Salam Makmur, Selasa (21/4/2026). Kericuhan pecah setelah mobil tangki perusahaan menerobos blokade jalan yang dibuat warga.

Aksi saling dorong dan pelemparan batu pun tak terhindarkan. Warga yang marah memukuli serta melempari mobil tangki yang berusaha melintas dan kabur dari lokasi.

Dalam insiden tersebut, Komisaris PT Bensuli Salam Makmur, Hepi Bancin, disebut sempat menjadi sasaran amukan massa setelah diduga memerintahkan sopir tangki menerobos blokade warga. Bahkan, Hepi nyaris ditelanjangi di depan umum.

Beruntung, petugas keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian dan TNI langsung turun tangan mengamankan situasi dan mengevakuasi komisaris perusahaan dari amukan warga.

Menurut salah seorang warga, Zaini, aksi pemblokiran jalan itu merupakan bentuk protes yang telah berulang kali dilakukan masyarakat akibat dugaan pencemaran limbah asap dan limbah cair dari PT Bensuli Salam Makmur selama tiga tahun terakhir.

“Rumah saya hanya seratus meter dari pabrik. Kalau mereka bekerja, asap dan debu pekat mengganggu pernapasan kami, sehingga aksi ini kami lakukan,” kata Zaini.

Ia mengaku warga telah berulang kali menyampaikan keluhan, termasuk meminta Wali Kota Subulussalam memediasi persoalan tersebut. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan antara warga dan perusahaan.

Warga bahkan meminta direlokasi atau dipindahkan apabila perusahaan bersedia mengganti rugi tanah dan rumah milik mereka.

“Dari tiga tahun yang lalu sampai sekarang tidak ada itikad baik perusahaan untuk menyelesaikan perkara kami ini. Bahkan Wali Kota dalam rapat menanyakan kepada perusahaan apakah keberatan membuat parit agar air limbah tidak mengalir ke lahan warga, namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” tambah Zaini.

Selain mempersoalkan polusi dan limbah, warga juga menuntut adanya santunan bagi masyarakat yang terdampak langsung dari aktivitas pabrik, serta meminta kejelasan tapal batas perusahaan dengan permukiman warga.

Karena belum ada titik temu, warga mengaku akan terus melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Sementara itu, Humas PT Bensuli Salam Makmur, Netap Ginting, mengatakan terkait dugaan polusi dan limbah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam sebelumnya telah melakukan pemeriksaan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menyatakan emisi cerobong asap pabrik masih berada dalam ambang batas wajar sesuai standar yang berlaku.

“Sudah dicek dan dalam kategori ambang batas wajar,” ujar Netap.

Terkait tuntutan lainnya seperti santunan, penyaluran CSR, dan relokasi warga, pihak perusahaan mengakui hingga kini belum tercapai kesepakatan.

“Warga meminta Rp500 ribu per keluarga untuk 14 kepala keluarga setiap bulan selama perusahaan beroperasi. Namun perusahaan hanya mampu Rp250 ribu per bulan. Selain itu, ada permintaan penambahan penerima santunan dari 14 kepala keluarga menjadi 33 kepala keluarga, sehingga surat kesepakatan sampai sekarang belum ditandatangani,” tutup Netap.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:47
04:25
04:34
06:21
01:18
06:50

Viral