news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana peresmian Kampung Bebas dari Narkoba di Lubuk Alung..
Sumber :
  • tim tvOne/Andri Saputra

Lawan Narkoba dari Akar Rumput: Kampung Bebas Narkoba di Padang Pariaman Diresmikan Arisal Aziz

Ancaman narkotika kini tidak lagi dihadapi dengan sekadar jargon. Di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, secara re
Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:02 WIB
Reporter:
Editor :

Padang Pariaman, tvOnenews.com – Ancaman narkotika kini tidak lagi dihadapi dengan sekadar jargon. Di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, secara resmi meluncurkan program “Kampung Bebas Narkoba” pada Jumat (5/6/2026). Langkah strategis ini sekaligus menjadi momentum penguatan LBH Josal Bantu Rakyat sebagai garda depan perlindungan hukum bagi masyarakat.

Acara yang dipusatkan di Posko Lubuk Alung tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sumatera Barat, di antaranya Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wbr Kolonel Inf. Adrian Adek Chandra, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Alpius Sarumaha.

Dalam pidatonya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Arisal Aziz. Ia menyoroti bahwa pemberantasan narkoba di era modern tidak bisa lagi bertumpu sepenuhnya pada tindakan represif aparat kepolisian.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif H. Arisal Aziz. Beliau menghadirkan solusi konkret yang menyentuh langsung ke jantung permasalahan, yakni pembinaan komunitas. Kampung Bebas Narkoba adalah langkah strategis untuk membangun benteng sosial yang tangguh agar generasi muda kita tidak terjebak dalam lingkaran setan narkotika,” ujar Kapolda Gatot.

Ia menambahkan, peredaran gelap narkoba adalah musuh bersama yang bisa melumpuhkan masa depan bangsa. Oleh karenanya, model gerakan berbasis masyarakat seperti yang diinisiasi Arisal Aziz diharapkan dapat direplikasi di seluruh pelosok Sumatera Barat.

Sementara itu, Danrem 032/Wbr, Kolonel Inf. Adrian Adek Chandra, memberikan peringatan keras kepada generasi muda perihal bahaya laten narkoba dan minuman keras. Menurutnya, kehancuran suatu bangsa seringkali dimulai dari hancurnya moral generasi mudanya.

“Hindari narkoba dan minuman keras. Dua racun ini tidak hanya merusak fisik, tetapi menghancurkan masa depan. Dukungan masyarakat adalah kunci utama dalam memastikan anak-anak kita tetap berada di jalur yang benar,” tegas Danrem.

Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, menilai apa yang dilakukan oleh Arisal Aziz merupakan bentuk pengabdian yang melampaui tugas standar seorang legislator. Kehadiran Rumah Aspirasi yang terintegrasi dengan LBH Josal Bantu Rakyat dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan hukum masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

“Jujur, program terpadu seperti ini belum terpikirkan oleh saya sebelumnya. Ini adalah gagasan inovatif. Arisal Aziz tidak hanya berbicara, tetapi memberikan alat (LBH dan pendampingan) kepada masyarakat untuk melindungi diri mereka sendiri. Program ini adalah kontribusi besar dalam menyelesaikan problem sosial kita,” ungkap Fauzi dengan nada bangga.

Menanggapi apresiasi yang mengalir, H. Arisal Aziz menegaskan bahwa peran sebagai wakil rakyat di Komisi XIII DPR RI menuntutnya untuk hadir bukan hanya di ruang rapat, tetapi di tengah-tengah keresahan warga.

Menurut Arizal, Kampung Bebas Narkoba dirancang sebagai ekosistem di mana setiap warga saling menjaga. Fokus utamanya adalah pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penyediaan ruang aktivitas positif bagi pemuda agar mereka memiliki kesibukan yang produktif, bukan destruktif.

“Anak-anak muda adalah aset bangsa yang harus kita selamatkan dengan cara yang humanis. Melalui Kampung Bebas Narkoba dan dukungan penuh dari LBH Josal, kita ingin menciptakan lingkungan yang mandiri, di mana masyarakat memiliki kesadaran hukum dan rasa tanggung jawab kolektif untuk membersihkan lingkungan dari narkotika,” tutur Arizal.

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Dengan perpaduan antara pendampingan hukum yang solutif (LBH Josal) dan kampanye pencegahan narkoba yang masif, Arisal Aziz berharap program ini menjadi prototipe bagi daerah lain.

Di akhir acara, suasana penuh optimisme tampak dari antusiasme masyarakat Lubuk Alung yang berkomitmen menjaga daerahnya. Program ini kini menjadi model pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan sosial paling kokoh dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat. (Asa/wna)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral