news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat menangani konflik antara masyarakat dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kec. Palupuh, Kab. Agam..
Sumber :
  • Antara

Dibantu Warga, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau Sumatera Dekat Sekolah di Agam

Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat menangani konflik antara masyarakat dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam..
Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat menangani konflik antara masyarakat dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Harimau Sumatera tersebut sebelumnya memangsa ternak warga dan berkeliaran di sekitar permukiman serta fasilitas publik, termasuk sekolah. Setelah dilakukan pemasangan perangkap, satwa dilindungi itu akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA Sumatera Barat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan, laporan mengenai serangan harimau terhadap ternak warga diterima Balai KSDA Sumbar pada Senin (10/8/2026) sore.

“Pada hari Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” kata Ristianto.

Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, petugas menemukan satu ekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara satu kambing lainnya dibawa Harimau Sumatera ke semak-semak dan hanya menyisakan dua kaki bagian depan.

Lokasi kejadian menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan sejumlah fasilitas publik. Ristianto menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.

Keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, interaksi negatif antara harimau dan warga sebelumnya juga tercatat pada 31 Juli 2026 dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.

Harimau Sumatera Berhasil Masuk Perangkap

Melihat frekuensi kejadian yang berulang dan masih berkeliarannya Harimau Sumatera di sekitar permukiman serta area sekolah, Balai KSDA Sumbar mengambil langkah penanganan dengan memasang perangkap jebak atau box trap pada Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB.

Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu kurang dari dua jam. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi menerima laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatera telah masuk ke dalam perangkap.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:34
01:25
01:32
01:54
05:21
00:53

Viral