news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim dokter BKSDA Aceh merawat anak gajah Yuna di PLG Saree, Aceh..
Sumber :
  • Antara

Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kematian seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:11 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam dua hari sebelum peristiwa tersebut, tidak ditemukan indikasi gejala sakit maupun penurunan kondisi fisik Yuna.
Ujang menjelaskan bahwa gajah-gajah binaan BKSDA Aceh di PLG Saree, CRU Peusangan, maupun CRU Trumon selalu mendapatkan pemeriksaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan umum berkala.

EEHV Bisa Menyerang Anak Gajah dengan Cepat

Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) merupakan virus herpes yang secara khusus menginfeksi gajah dan terutama menjadi ancaman bagi anak gajah.

Virus tersebut menyerang lapisan dalam pembuluh darah atau endotelium. Infeksi dapat menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam sehingga memicu kondisi fatal dan kematian dalam waktu relatif singkat.

Dalam kasus Yuna, dugaan infeksi EEHV masih memerlukan konfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel organ yang telah diambil oleh tim medis.

Langkah tersebut penting untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menjadi dasar bagi tindakan pencegahan terhadap gajah lain yang berada dalam pemantauan BKSDA Aceh.

Gajah Anakan Lain Langsung Diperiksa

Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menempatkan perlindungan gajah sumatera sebagai bagian penting dari upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Pemantauan kesehatan, deteksi dini penyakit, serta penanganan medis terhadap gajah binaan menjadi bagian dari langkah konservasi untuk memastikan satwa dilindungi tersebut tetap dapat bertahan dan berkembang biak.

Kematian Yuna juga mendorong BKSDA Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap gajah anakan lain yang berada di wilayah kerjanya. Ujang mengatakan pihaknya langsung melakukan deteksi terhadap gajah berusia di bawah 14 tahun untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus serupa.

"Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut," tutup Ujang.

Upaya deteksi dini menjadi penting mengingat EEHV dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan secara cepat. Pemeriksaan terhadap gajah lain diharapkan dapat membantu petugas mengetahui kondisi kesehatan satwa sedini mungkin dan mengambil tindakan medis apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada infeksi.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:01
08:09
32:53
11:12
00:53
02:10

Viral