news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kondisi sumur warga mengering dan warna airnya cokelat..
Sumber :
  • tim tvOne/Berkat Arsat

Akibat Kemarau Panjang Warga Ogan Ilir Gunakan Air Keruh Berbau untuk Kebutuhan Sehari-hari

Musim kemarau panjang kembali menerpa wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Warga Desa Mayapati, Kecamatan Pemulutan Selatan, kini menanggung penderita
Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:51 WIB
Reporter:
Editor :

OGAN ILIR, tvOnenews.com – Musim kemarau panjang kembali menerpa wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Warga Desa Mayapati, Kecamatan Pemulutan Selatan, kini menanggung penderitaan krisis air bersih yang memprihatinkan.

Warga terpaksa menggunakan air keruh berwarna cokelat, berbau menyengat, dan berkarat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Krisis menyedihkan ini sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya. Sumur-sumur warga yang biasa menjadi tumpuan pasokan air kini mengering tak berair. Karena letak desa jauh dari aliran sungai maupun sumber mata air lain, warga tak punya pilihan lain selain memakai air yang kualitasnya jauh dari standar layak pakai itu.

"Sudah dua bulan kami terpaksa pakai air keruh dan berkarat ini untuk mandi serta mencuci," ungkap Baida, salah satu warga Desa Mayapati dengan nada cemas. Khusus untuk memasak dan minum, warga terpaksa mengeluarkan biaya lebih membeli air kemasan, semata-mata menghindari bahaya diare, keracunan, maupun penyakit kulit yang mengintai akibat air kotor itu.

Baida mengaku khawatir luar biasa jika kemarau masih berkepanjangan. "Kalau kemarau ini makin lama, kami tak tahu lagi harus ambil air dari mana. Semua sumur sudah kering kerontang," ujarnya pasrah.

Yang paling menyayat hati, kondisi krisis air seperti ini nyaris terulang setiap tahun saat musim kemarau tiba. Dulu pernah ada bantuan pasokan air bersih dari PMI Ogan Ilir, namun solusi itu hanya bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah namun warga masih berterimakasih dari pada tidak ada tindakan sama sekali.

Warga Desa Mayapati kini hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan langsung menyalurkan bantuan air bersih, sekaligus merancang solusi permanen, seperti pengeboran sumur dalam, pembangunan penampungan air hujan, atau jaringan air bersih agar warga tak menderita setiap kali kemarau datang. (Kat/wna)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral