- Gambar ilustrasi AI
Toleransi Saja Tak Cukup, Mengapa Partisipasi Pemuda Penting untuk Merawat Keberagaman di Daerah?
Dengan begitu, kegiatan tidak hanya berpusat pada identitas kelompok, tetapi juga menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.
Prinsip tersebut relevan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan karakter sosial dan keagamaan yang khas. Kehadiran organisasi dari kelompok tertentu perlu dipahami dalam kerangka partisipasi warga, dengan tetap menghormati hukum, budaya setempat, serta hak dan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Salah satu perkembangan terkait hal itu terjadi di Aceh. Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Aceh resmi dibentuk melalui konferensi daerah pertama yang berlangsung di Lima Cafe dan Resto, Banda Aceh. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPC Aceh Tenggara, Banda Aceh, dan Aceh Besar, serta perwakilan DPP.
“Aceh ini tidak seperti bayangan kita di luar. Bahwa organisasi non-Muslim akan sulit berdiri di provinsi ini. Kami sudah membuktikan pemuda Kristen juga punya ruang yang sama untuk membangun Aceh,” kata Andar Saragih, Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Fungsi organisasi sebagai ruang bagi pemuda lintas gereja untuk memperluas kontribusi di luar lingkungan internal mereka.
“Organisasi ini merupakan wadah bagi para pemuda lintas gereja. Dari organisasi ini, kami pemuda kristen bisa bergerak untuk memberikan dampak bagi daerah. Pada akhirnya, pelayanan para pemuda ini bisa lebih luas lagi. Tidak hanya di dalam tembok gereja,” tegasnya.
Dalam konferensi tersebut, Evin Davinci terpilih sebagai Ketua DPD GAMKI Aceh. Ia menyebut pembentukan kepengurusan sebagai langkah awal yang masih membutuhkan konsolidasi dan kerja bersama. “Ini awal. Perjalanan kita masih panjang dan berat. Kita harus tetap solid,” ucapnya.
Kehadiran organisasi tersebut bukan untuk menunjukkan keunggulan kelompok, melainkan menyediakan ruang berkarya bagi pemuda gereja.
“Kami hadir di Aceh bukan menunjukkan kehebatan kami. Tetapi, kami ingin memberikan wadah dan ruang yang luas bagi para pemuda gereja untuk berkarya lebih lagi. Melaksanakan pelayanan tidak hanya di dalam gereja saja. Tapi di luar,” tegasnya.
Setelah pembentukan DPD, agenda berikutnya mencakup pelantikan serta konsolidasi internal dan eksternal. Jeremia Marbun terpilih sebagai Ketua DPC GAMKI Banda Aceh, sedangkan Gilbert Pakpahan terpilih memimpin DPC GAMKI Aceh Besar. Evin juga menyampaikan apresiasi kepada Sahat Martin Philip Sinurat dan Alan Christian Singkali atas dukungan selama masa kepemimpinan mereka di tingkat pusat.