news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Satuan tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berjibaku memadamkan api di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO).
Sumber :
  • Antara

353 Personel Dikerahkan Atasi Karhutla di Muara Medak Muba

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis Amiril mengatakan penanganan karhutla di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari dukungan personel dan peralatan hingga pemadaman dari darat dan udara.
Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:43 WIB
Reporter:
Editor :

Palembang, tvOnenews.com — Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) masih berjibaku memadamkan api di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Sebanyak 353 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran melalui jalur darat maupun udara.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis Amiril mengatakan penanganan karhutla di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari dukungan personel dan peralatan hingga pemadaman dari darat dan udara.

“Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara, serta upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Senin(5/10/2026).

Personel gabungan tersebut berasal dari Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Tim Reaksi Cepat (TRC), Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), TNI, Polri, Manggala Agni, KPH Lalan Mendis, PT Rimba Hutani Mas (RHM), perusahaan pendukung, dan masyarakat.

Operasi penanganan di lokasi yang menjadi fokus saat ini telah berlangsung sejak 15 September 2026. Hingga Minggu(4/10) sore, tim masih melakukan pemadaman, pembasahan, pengendalian penjalaran api dan pemantauan di sejumlah titik.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni XV/Muba Deni Candra Gumelar mengatakan berbagai unsur telah bekerja bersama dalam penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak kebakaran mulai muncul pada Juli 2026.

“Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli,” ujarnya.

Dalam operasi darat, tim diperkuat enam pompa jinjing, 11 pompa sedang, tujuh pompa induk dan dua pompa apung. Tim juga menggunakan 210 rol selang berukuran 1,5 inci, 110 rol selang 2,5 inci serta 20 Jet Shooter.

Sebanyak 57 unit alat berat turut dikerahkan, terdiri atas tujuh ekskavator bucket, 50 ekskavator grapple atau capit, dan satu motor grader.

Alat berat tersebut digunakan untuk membuka akses menuju lokasi serta membangun dan memperkuat sekat bakar guna menghambat penjalaran api.

Tim gabungan telah membuat sekat bakar sepanjang sekitar 10 kilometer dengan lebar hingga 50 meter. Area tersebut terus dibasahi, termasuk menggunakan sambuponti, untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko api menyeberang.

Selain operasi darat, pemadaman diperkuat tiga helikopter, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171.

Sejak pelaksanaan water bombing pada 27 September 2026 hingga Minggu(4/10), tercatat 345 sorti penerbangan dilakukan untuk membantu pemadaman dari udara.

Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf Dimas Kurniawan mengingatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api baru.

“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, sumber awal kebakaran hingga Minggu(4/10) sore masih dalam proses penelusuran. Berdasarkan pemantauan awal, salah satu area yang terdeteksi mengalami kebakaran tercatat sekitar 0,5 hektare.

Adapun sekitar 5.800 hektare merupakan cakupan wilayah operasi yang meliputi pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar dan pencegahan penjalaran api. Angka tersebut bukan merupakan luas area terbakar.

Satgas hingga kini masih melanjutkan pemadaman dan pengendalian pada sejumlah titik prioritas. Pola operasi disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mencegah api kembali muncul maupun menjalar ke wilayah lain.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral