news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. ANTARA/Ogen.
Sumber :
  • Antara

16 SPPG di Kepri Dihentikan Sementara karena Tak Penuhi Ketentuan BGN

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, 16 SPPG tersebut tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:25 WIB
Reporter:
Editor :

Tanjungpinang, tvOnenews.com — Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau dihentikan sementara karena dinilai tidak mematuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, 16 SPPG tersebut tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.

“16 SPPG ini tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, serta Anambas,” kata Nyanyang yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Kamis(8/10/2026).

Menurut Nyanyang, 16 SPPG tersebut dihentikan sementara karena rata-rata belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, terdapat beberapa SPPG yang beroperasi tanpa pemberitahuan kepada BGN.

Akibat penghentian sementara tersebut, sejumlah penerima manfaat MBG, khususnya di sekitar lokasi SPPG yang dihentikan, tidak mendapat penyaluran Makan Bergizi Gratis.

Nyanyang mengatakan belasan SPPG tersebut dapat kembali beroperasi apabila telah melengkapi seluruh persyaratan yang ditetapkan BGN, khususnya SLHS sebagai syarat mutlak dan indikator bahwa dapur pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Untuk saat ini SPPG tak boleh beroperasi dulu demi menghindari permasalahan di lapangan, misalnya keracunan makanan,” ujar Nyanyang.

Ia menekankan, sesuai arahan BGN, Satgas MBG di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi terus meningkatkan pengawasan terhadap dapur SPPG untuk memastikan penyaluran MBG sesuai standar gizi dan kesehatan.

Nyanyang menambahkan, MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan program untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia sehingga perlu diawasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat.

“Kalau memang ada permasalahan dapur SPPG, silakan melapor atau berkoordinasi ke Satgas MBG di wilayah masing-masing,” kata Nyanyang.

Berdasarkan data terkini, jumlah penerima manfaat MBG di Kepri telah mencapai 679.402 orang atau 87,47 persen dari target. Penerima manfaat tersebut tersebar di 240 SPPG di tujuh kabupaten/kota setempat.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral