Sumber :
- Andri Prasetiyo
Ini Kesaksikan Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus Pariwisata yang Tewaskan 13 Orang di Bantul
Kecelakaan maut di kawasan Bukit Bego, Imogiri, Bantul pada Minggu (6/2/2022) siang mengakibatkan 13 korban meninggal dunia. Kecelakaan tunggal tersebut juga membuat 34 penumpang bus lainnya mengalami luka-luka.
Senin, 7 Februari 2022 - 06:02 WIB
Bantul, DI Yogyakarta - Kecelakaan maut di kawasan Bukit Bego, Imogiri, Bantul pada Minggu (6/2/2022) siang mengakibatkan 13 korban meninggal dunia. Kecelakaan tunggal tersebut juga membuat 34 penumpang bus lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu korban yang mengalami luka tersebut adalah Sumi (42). Perempuan asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu menjadi satu di antara 47 penumpang di dalam bus nahas tersebut. Sumi bercerita sesaat sebelum kejadian, bus dalam posisi berjalan menanjak tapi tidak kuat. Para penumpang termasuk dirinya akhirnya meminta turun.
"Sebelume mau munggah mboten kuat, maju mundur ngoten, penumpange nyuwun turun sedoyo (sebelumnya mau naik tapi tidak kuat seperti maju mundur, semua penumpang lalu minta turun)," ujarnya ditemui di RSUD Panembahan Senopati, Minggu (6/2/2022) malam.
Setelah berhasil naik ke tanjakan, lanjut Sumi, para penumpang kemudian masuk bus lagi. Namun saat berjalan di jalan turunan tiba-tiba oleng dan menabrak tebing.
"Trus busnya bisa naik trus penumpangnya naik lagi tapi setelah 10 menit langsung nabrak. Rumongso kulo, kulo muser ngoten, mboten kelingan (perasaan saya, kepala saya seperti berputar gitu lalu tidak ingat)," ungkapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, selain korban tewas masih ada 18 korban luka yang masih menjalani perawatan intensif.
"Pasien yang masih dirawat baik di Rumah Sakit Panembahan Senopati, di PKU akan terus kita berikan perawatan yang terbaik, mudah-mudahan segera lekas sembuh. Masih ada 18 pasien luka berat 11 diantaranya ada di PKU Muhammadiyah dan 7 di Rumah Sakit Panembahan Senopati ini," terang Halim.
Menurut Hakim, seluruh biaya perawatan di rumah sakit nantinya akan ditanggung Jasa Raharja. Meski demikian Pemkab Bantul akan tetap memberi dukungan untuk kebutuhan lain yang tidak masuk Jasa Raharja.
"Seluruh pembiayaan ini akan ditutup oleh asuransi jasa Raharja, kami sudah melakukan koordinasi dan itu tidak ada masalah, dan pemerintah kabupaten Bantul akan mensupport kebutuhan yang tidak bisa dicover oleh asuransi jasa Raharja.
Halim juga memastikan akan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh korban laka mau bus pariwisata tersebut.
"Kita akan terus memberikan perawatan ini sampai sembuh dan akan kita pulangkan setelah oleh dokter diizinkan pulang ke Sukoharjo tempat di mana mereka berasal," pungkasnya. (andri/ade)