Sumber :
- Lucas Didit
Densus 88 Anti Teror Amankan Seorang Terduga Teroris di Gunungkidul
Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 melakukan penangkapan terhadap R, terduga teroris warga Padukuhan Jimbaran, Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong, Senin (14/2/2022).
Selasa, 15 Februari 2022 - 02:06 WIB
Gunungkidul, Yogyakarta - Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 melakukan penangkapan terhadap R, terduga teroris warga Padukuhan Jimbaran, Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong, Senin (14/2/2022).
Laki-laki yang berprofesi sebagai guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) swasta ini, ditangkap oleh personil Densus 88 di Jalan Tambakromo. Usai penangkapan, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga, dan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat dan keluarganya.
Suharto, tokoh setempat, mengatakan, sebelum ada penangkapan R, ia melihat sejumlah orang asing yang berada di Masjid dekat rumahnya.
"Saya sempat menyapa dan mereka mengaku sebagai mahasiswa KKN," kata Suharto, Senin (14/2/2022).
Beberapa waktu kemudian, lanjut Suharto, orang yang belakangan diketahui adalah petugas yang sedang menyamar ini, kemudian mendatangi tokoh masyarakat untuk meminta izin melakukan penggeledahan.
“Saya dan warga di sini kaget atas ditangkapnya salah satu warga kami oleh Densus 88. Kami juga diminta untuk menjadi saksi penggeledahan di rumah R," imbuhnya.
Saat penggeledahan berlangsung, Suharto mengaku tidak melihat R.
"Singkat kok tadi. Penggeledahan hanya berlangsung sekitar 1 jam," lanjut Suharto.
Terpisah, Dukuh Jimbaran, Suparno, yang turut diminta menyaksikan penggeledahan mengatakan, petugas membawa buku-buku keagamaan, sejumlah dokumen pribadi, busur panah yang sudah rusak, dan baju kaos lengan panjang.
"Keluarga tidak menyangka jika R terlibat dalam kegiatan terlarang. Mengingat dia (R) bersosial baik dan selalu ikut dalam banyak kegiatan kemasyarakatan," katanya.
Suparno menambahkan, R merupakan warga asli Jimbaran yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah swasta di Kota Wonosari.
"Ya kaget banget, sebab dia dikenal baik di kampung,” pungkas Suparno. (lucas didit/ade)