- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Api dari Korsleting Listrik Sambar Kembang Api, Rumah Warga di Sleman Hangus Terbakar
Sleman, tvOnenews.com - Sebuah rumah warga di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta hangus terbakar setelah api yang diduga berasal dari korsleting listrik menyambar sejumlah kembang api di dalam rumah, Sabtu (21/2/2026).
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok. Diketahui, rumah tersebut milik DVS warga Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Menurut keterangan awal, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 15.45 WIB, setelah saksi mendengar suara percikan yang diduga berasal dari kembang api di dalam garasi rumah korban.
Sejumlah saksi di lokasi, yakni DKD (40), RP (45), dan JP (60) segera mendatangi sumber api dan bersama warga berupaya melakukan pemadaman awal sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar). Tak berselang lama, polisi bersama Damkar tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Sekitar pukul 17.15 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Identifikasi Polresta Sleman, dugaan kebakaran dipicu korsleting listrik. Kobaran api tersebut merembet ke sisa kembang api yang tersimpan di garasi rumah tersebut.
"Kebakaran diduga dari korsleting listrik di bagian belakang rumah, tepatnya area yang terdapat sejumlah peralatan elektronik, seperti kulkas, magic com, dan kipas angin. Api kemudian membesar dan merembet ke bagian depan rumah hingga membakar sejumlah kembang api sisa dagangan yang disimpan di garasi," terang Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, Minggu (22/2/2026).
Adapun, kembang api yang terbakar terdiri dari beberapa jenis, antara lain kembang api kawat, air mancur, gasing, serta bola tembak. Percikan dari kembang api tersebut sempat menimbulkan letupan ke arah atas sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah seluas kurang lebih 50 meter persegi hangus terbakar. Selain itu, dua unit sepeda motor, satu unit mesin jahit, dua unit kulkas, serta sekitar 30 ekor burung peliharaan yang diperdagangkan turut terdampak. Kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp100.000.000.
Salamun mengatakan bahwa korban sehari-hari diketahui berprofesi sebagai pedagang pakan burung dan ternak, serta berjualan kembang api musiman di wilayah Pasar Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
"Untungnya, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden kebakaran ini," ungkap Salamun.
Namun demikian, petugas telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.
Kini, insiden kebakaran ini masih dalam penyelidikan polisi. Polresta Sleman pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik serta penyimpanan bahan yang mudah terbakar guna mencegah terjadinya peristiwa serupa. (scp/ard)