news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dosen Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar saat dikukuhkan sebagai guru besar pada Januari 2026 lalu..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Zainal Arifin Mochtar Siap Wakafkan Diri untuk Debat Terbuka Isu HAM dengan Natalius Pigai

Wacana debat terbuka antara guru besar UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar dan Menteri HAM RI, Natalius Pigai mengenai isu Hak Asasi Manusia (HAM) mengemuka ke publik.
Jumat, 27 Februari 2026 - 22:57 WIB
Reporter:
Editor :

Sleman, tvOnenews.com - Wacana debat terbuka antara guru besar UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar dan Menteri HAM RI, Natalius Pigai mengenai isu Hak Asasi Manusia (HAM) mengemuka ke publik.

Pria yang akrab disapa Uceng menyatakan kesiapannya untuk mewakafkan diri dalam forum adu gagasan dengan Menteri HAM.

Pernyataan tersebut disampaikan Uceng sebagai respons atas berkembangnya diskursus publik terkait penegakan HAM di Republik ini yang dinilai agak berantakan.

Menurutnya, sangat bagus sekali bila Menteri HAM bisa datang dalam forum ini. 

"Supaya jadi kayak semacam pertanggungjawaban terhadap kerja dia (Menteri HAM). Dua tahun belakangan memang berantakan sekali (penegakan HAM di Indonesia)," tutur Uceng, Jumat (27/2/2026).

Dosen Hukum Tata Negara UGM pun berharap diskusi tersebut bukan debat teoritik.

"Debat teoritik biarkan di kampus aja. Kalau publik kan barangkali yang dia berharap itu adalah apa sebenarnya yang sudah dilakukan," ucapnya. 

Uceng mengaku sejatinya paling malas untuk menerima tawaran debat. Hal ini terlihat dari beberapa kali dirinya menolak undangan acara serupa.

Akan tetapi, kali ini dirinya mau debat karena menurutnya, publik harus diajari bahwa seorang pejabat publik dalam berdemokrasi tidak menjawab dengan jargon.

"Tidak menjawab dengan apa ya seakan-akan tenanglah. Pokoknya saya sudah kuasai ini ilmunya. Pokoknya negara pasti melakukan yang terbaik untuk warga, enggak bisa begitu," kata Uceng. 

"Demokrasi tidak bicara begitu lagi. Itu masa kampanye tuh yang gitu-gitu. Kami akan melakukan ini, kami akan berbuat baik, kami sudah memahami persoalan. Itu masa kampanye, tapi dua tahun kerja ini apa yang dilakukan dan itu yang paling penting," sambungnya.

Uceng menyebut bahwa debat mengenai isu HAM bagian dari mewakafkan diri untuk menagih.

"Saya sih enggak suka debat. Tapi kalau menurut saya, saya pengin mewakafkan waktu saya untuk nagih, capek juga sih debat di Twitter. Jadi mending sekarang wakafkan," ujarnya.

Sejauh ini, Uceng mengaku sudah ada beberapa stasiun TV nasional yang menawarkan untuk menyiarkannya. Bahkan, tawaran dari pusat studi, pusat kajian dan BEM juga banyak.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral