Baliho Anies Baswedan memakai blangkon Jawa dan ada logo Nasdem yang sempat viral telah ditutup.
Sumber :
  • Nuryanto

Sempat Viral, Baliho Anies Baswedan Memakai Blangkon Jawa Ditutup

Sabtu, 28 Mei 2022 - 15:34 WIB

DI Yogyakarta - Sebuah Baliho bergambar wajah Anies Baswedan di Yogyakarta yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu telah ditutup kembali. Baliho atau billboard tersebut terpasang di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Baliho dengan foto Anies Baswedan mengenakan blangkon ramai diperbincangkan di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Dalam Baliho yang didominasi warna oranye itu tertulis Forum Relawan Yogyakarta untuk Anies Baswedan. 

Baliho ini juga menuliskan pesan berbahasa jawa, artinya: Kita mendukung rekomendasi DPW Partai NasDem DIY kepada bapak Anies Baswedan untuk dicalonkan Presiden 2024. 

Terkait hal tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Daerah Istimewa Yogyakarta angkat bicara soal baliho raksasa di Yogyakarta yang mendukung rekomendasi kepada Anies Baswedan sebagai Calon Presiden RI. Ketua DPW Nasdem DIY Subardi mengatakan, pihaknya tidak pernah menetapkan satu nama untuk Calon Presiden pada Pemilu 2024. 

“Saya klarifikasi, baliho tersebut bukan atas persetujuan DPW Nasdem DIY. Kami tidak pernah merekomendasikan satu nama calon presiden,” kata Mbah Bardi, sapaan akrabnya, beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi awak media. 

Menurut Anggota DPR RI Dapil Yogyakarta itu, DPW Nasdem DIY hanya pernah menyampaikan usulan tiga nama sebagai Calon Presiden RI kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem. Ketiganya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

Usulan tersebut berdasarkan survei internal DPW Nasdem dengan responden masyarakat Yogyakarta. Meski demikian, usulan tersebut tidak ada kaitannya dengan sikap politik DPW Nasdem DIY. Menurut Subardi, dinamika soal capres akan diputuskan melalui mekanisme internal Partai Nasdem. 

“Itu kan usulan. Kita menyampaikan hasil survei yang dilakukan akhir tahun 2021. Bukan dukung-mendukung. Saya taat asas, soal pencalonan presiden itu wilayah DPP,” tambah Subardi. 

Subardi mengakui di Yogyakarta sudah terbentuk relawan capres. Mereka juga memiliki strategi untuk menggalang dukungan. Ia pun berharap, setiap relawan menghargai sikap Partai Nasdem yang belum memutuskan kandidat siapapun. 

“Di Yogyakarta sudah ada relawan Anies, ada relawan Ganjar, ada juga relawan Andika. Saya menghargai mereka. Tetapi tolong hormati proses di internal Nasdem. Kami belum memutuskan, nanti pada saatnya Ketua Umum akan mengumumkan. Yang jelas mesin partai akan mendukung siapapun capres pilihan Nasdem,” pungkas Subardi. (nur/act)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
05:04
01:52
00:44
03:48
01:02
01:32
Viral