- ANTARA
Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta Meluas ke Prodi Lain, Total 8 Dosen Jadi Terduga Pelaku
Sleman, tvOnenews.com - Dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan UPN Veteran Yogyakarta terus berkembang.
Setelah sebelumnya mencuat dari satu program studi (prodi), kini laporan dugaan pelecehan disebut meluas ke sejumlah prodi lain. Total ada delapan dosen dari berbagai prodi dilaporkan sebagai terduga pelaku.
Awal mula kasus ini mencuat di platform X beberapa hari lalu. Akun @onlonenyside membagikan utas dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang dosen prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian.
Modusnya, yang bersangkutan mengajak makan, meminta bantuan mengoreksi pekerjaan hingga ditemani ke lokasi pengabdian.
Meluasnya informasi dugaan kasus tersebut setelah sejumlah korban mulai berani menyampaikan pengalaman mereka dalam balasan utas tersebut.
"Kami mencatat kurang lebih yang sudah masuk laporan satgas saat ini ada 8 (dosen dari berbagai prodi) yang buktinya sudah terkumpul," ungkap Muhammad Risyad Hanafi, perwakilan mahasiswa dihubungi, Kamis (21/5/2026).
Ketua BEM UPN Veteran Yogyakarta tersebut menyebutkan, delapan dosen berasal dari Fakultas Pertanian ternyata ada tiga orang, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) satu orang, Fisip dua orang, FEB satu orang. Sementara, satu orang dosen lainnya masih dalam konfirmasi.
Atas peristiwa ini, para mahasiswa menuntut pertanggungjawaban universitas agar segera menonaktifkan dosen-dosen tersebut dari jabatannya. Sebelumnya, pihak kampus telah menonaktifkan sementara seorang dosen Agroteknologi seusai terlibat dalam dugaan kasus ini.
Risyad mendesak pimpinan universitas untuk menyelesaikan persoalan ini dalam tempo 3 hari.
"Yang sudah dinonaktifkan sementara ada satu, kami menunggu tujuh lainnya dinonaktifkan dan diproses dalam tempo 3 hari," tegasnya.
Pasalnya, dugaan kekerasan seksual ini terjadi sejak angkatan 2013-2025. Jangan sampai jumlah korban semakin bertambah. Rata-rata korbannya adalah mahasiswi tingkat akhir. Biasanya, satu orang dosen membimbing enam sampai tujuh orang.
"Modusnya ini relasi kuasa antara dosen dan mahasiswinya. Karena kebanyakan selama ini mahasiswi takut berkomentar karena bimbingan beliau, takut nilainya diancam, skripsinya tidak jalan, penelitiannya tidak jalan," kata Risyad.
Rupanya, pelecehan baik fisik maupun non verbal juga terjadi ketika oknum dosen tersebut mengajar di kelas maupun forum.