news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polisi mendatangi rumah kontrakan TKS (25) yang menjadi lokasi temuan dugaan kekerasan terhadap anak kandungnya di Pedukuhan Kedaton, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, Senin (1/6/2026) lalu..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Polisi Ungkap Motif Ibu Kandung Ikat dan Lakban Anak di Bantul: Baby Blues Urus Anak Sendirian

Polisi akhirnya mengungkap motif di balik kasus penemuan balita dengan tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 
Kamis, 4 Juni 2026 - 20:47 WIB
Reporter:
Editor :

Bantul, tvOnenews.com - Polisi akhirnya mengungkap motif di balik kasus penemuan balita dengan tangan dan kaki diikat serta mulut dilakban di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Dari hasil pendalaman awal, faktor tekanan psikologis sang ibu saat mengurus anaknya seorang diri disebut menjadi salah satu hal yang muncul dalam pemeriksaan. 

"Pelaku mengikat dan melakban anak kandungnya sendiri karena baby blues mengurus anaknya sendirian. Sedangkan, suaminya atau ayah korban kerja di Jakarta dan pulang ke Yogyakarta tiap sebulan sekali," kata Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, Kamis (4/6/2026). 

Dengan adanya tekanan psikologis tersebut, lanjut Rita, sang ibu melakukan tindakan dugaan kekerasan terhadap anaknya dengan tujuan jalan-jalan untuk melepas penat. 

"Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku terkait risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri," ucap Rita. 

 

Diselesaikan Kekeluargaan. 

Pasca temuan ini, polisi juga telah memanggil RF (30), suami pelaku. Berdasarkan keterangan dari suami pelaku, yang bersangkutan memutuskan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sebagai kepala rumah tangga atau wali dari korban, dia (suami pelaku) tidak ingin melaporkan pelaku atau istrinya (ke polisi) dan (mereka) akan memperbaiki rumah tangganya," kata Rita. 

 

Saat ini, ungkap Rita, ayah kandung korban telah memaafkan perbuatan istrinya dan mereka sanggup untuk memperbaiki rumah tangganya sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

Atas kejadian tersebut, ayah kandung korban juga menyampaikan permintaan maaf atas ulah istrinya yang telah membuat kegaduhan di lingkungan masyarakat maupun di media sosial. 

Diberitakan sebelumnya, tindakan kekerasan terhadap anak ini sempat menggegerkan warga di Pedukuhan Kedaton, Pleret pada Senin (1/6/2026) lalu. Peristiwa ini dialami oleh bayi yang masih berusia 3 tahun inisial ACB. 

Awal mula kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, ketika tetangga korban melihat TKS selaku ibu kandung korban pergi dari rumah kontrakannya sendirian. Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, si tetangga melihat ibu korban kembali ke kontrakan. 

Namun sehabis Maghrib, saat tetangganya sedang bakar sate di depan kontrakannya, dia mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh TKS. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:01
00:57
00:53
05:22
01:12
07:33

Viral