news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim peneliti UGM melakukan pemetaan di rumah Agus Yani yang menjadi lokasi munculnya api misterius menggunakan alat georadar..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Peneliti UGM Temukan Rekahan Sedalam 20 Meter di Bawah Rumah, Diduga Jadi Saluran Migrasi Gas Pemicu Api Misterius di Sleman

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menemukan adanya rekahan bawah permukaan sedalam kurang lebih 20 meter di bawah rumah milik Agus Yani. 
Kamis, 11 Juni 2026 - 20:26 WIB
Reporter:
Editor :

Pada awal Juni ini, tim geofisika UPN Veteran Yogyakarta memasang alat geolistrik di sekitar rumah Agus Yani untuk melihat lapisan tanah yang menjadi tempat akumulasi gas.

Cara kerjanya, alat tersebut hanya menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah untuk membaca resistivitas bantuannya. 

Berdasarkan simpulan sementara dari hasil pengamatan dan kajian di lapangan sebelumnya, tim peneliti UGM mempercayai kemunculan api dipicu oleh gas hidrogen.

Mereka berasumsi gas itu terbentuk dari proses fermentasi limbah pemotongan ayam yang menjadi usaha Agus Yani. 

"Kami mempercayai bahwa api itu berasal dari gas hidrogen. Asumsi kami yang memungkinkan jadi sumber gas hidrogen dari limbah organik. Kebetulan disana (rumah Agus Yani) itu, jadi satu antara kotoran air yang bercampur darah dan bulu-bulu ayam. Itu mengindikasikan bahwa ada kemungkinan gas hidrogen sekaligus gas fosfin," terang Sarju Winardi, dosen Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan UGM ditemui di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6/2026). 

Menurutnya, limbah organik dari aktivitas pemotongan ayam yang menumpuk dalam kurun waktu belasan tahun memicu proses fermentasi alami. 

Secara ilmiah, fenomena serupa yang sering dijumpai di daerah bekas pembuangan sampah yang mana banyak material organisme hewan mati, tulang belulang termasuk daerah pemakaman. 

"Daerah-daerah di mana ada banyak kuburan itu sering kita ketemu ada gas hidrogen yang melayang-layang. Kejadian bahwa gas hidrogen terpicu terbakar oleh gas fosfin di dunia scientific sudah ada," kata Sarju.

Untuk menekan gas hidrogen bermunculan, UGM merekomendasikan bagaimana caranya menekan pertumbuhan bakteri dengan memasukkan cairan yang sifatnya basa berupa air kapur.

Hal ini bertujuan untuk menekan aktivitas bakteri yang cukup intens sehingga menghasilkan gas ke sumber munculnya api. 

Sarju menyebut, sedikitnya ada empat titik di dekat sumber keluarnya api. Dari jumlah tersebut, tiga titik di antaranya berada di luar rumah dekat tangga ke lantai dua, dapur luar dekat sumur dan dekat pohon pisang. Dimungkinkan, jumlahnya bertambah bila ada retakan-retakan di tempat lain. (scp) 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
05:01
09:20
06:52
03:24
01:04

Viral