- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Viral Jenderal TNI Ajak Ajudan Masuk Race Tanpa BIB di Mandiri Jogja Marathon 2026, Ini Penjelasan Korem 072/Pamungkas
Yogyakarta, tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan perdebatan antara peserta lari dengan petugas pengawas lintasan atau marshall dalam gelaran Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pelari tampak diberhentikan oleh marshall lantaran tidak menggunakan nomor peserta atau BIB resmi.
Diduga, pelari tanpa BIB tersebut diketahui merupakan ajudan Danrem 072/Pamungkas yang turut mengikuti ajang lari internasional tersebut.
Ketika diberhentikan, Danrem kemudian menghampiri petugas penjaga lintasan dan mereka sempat terlibat perdebatan di tengah gelaran lari tersebut. Postingan video itu kemudian menuai beragam respon negatif warganet.
Menanggapi video yang beredar di medsos tersebut, Korem 072/Pamungkas memberikan penjelasan.
Kapenrem 072 Pamungkas, Mayor Inf Suwito menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di lapangan merupakan bentuk kesalahpahaman antara marshall dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung.
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama istri, satu orang anak, serta satu ajudan, mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum yang dimilikinya dan telah terdaftar secara resmi sebagaimana peserta lainnya.
"Ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor BIB. Namun dalam pelaksanaannya, nomor peserta tersebut diduga terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," kata Suwito dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Setelah kejadian tersebut, lanjut Suwito, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung.
Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.
"Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik," ucap Suwito.
Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik.
Pihaknya berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. (scp/buz)