- Tim tvOne - Santosa Suparman
Pameran Foto Palestine Through the Lens di UMY Angkat Kesaksian Jurnalis dari Gaza
Bantul, tvonenews.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pameran fotografi bertajuk "Palestine Through the Lens" di Gedung Pascasarjana UMY yang berlangsung mulai Senin (29/6/2026) hingga Rabu ( 1/7/2026).
Pameran ini menampilkan karya fotografer Palestina Mohammed Asad dan jurnalis Australia Zoe Reynold sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Filosa Gita Sukmono mengatakan Pameran "Palestine Through the Lens" menghadirkan wajah-wajah kemanusiaan di balik konflik.
Foto-foto yang dipamerkan tidak hanya merekam reruntuhan bangunan dan dampak perang, tetapi juga menggambarkan kehidupan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang bertahan di tengah situasi sulit, hingga dedikasi para jurnalis yang mempertaruhkan nyawa demi menyampaikan fakta kepada dunia.
" Fotografi memiliki kekuatan menghadirkan realitas yang tidak selalu mampu diungkapkan melalui kata-kata. Melalui foto-foto ini masyarakat diajak melihat langsung berbagai peristiwa yang terjadi di Palestina. Harapannya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Palestina terus terjaga," ungkap Filosa usai pembukaan Pameran, Senin ( 29/6/2026).
Filosa menjelaskan karya yang dipamerkan menghadirkan dua sudut pandang berbeda. Zoe Reynold mendokumentasikan kondisi di kawasan perbatasan Mesir-Palestina, sedangkan Mohammed Asad memotret langsung kehidupan masyarakat di Gaza yang masih dilanda konflik.
"Foto-foto Mohammed Asad memperlihatkan kondisi nyata di lapangan karena beliau bekerja langsung dari Gaza," katanya.
Fotografer Mohammed Asad mengungkapkan para jurnalis di Gaza bekerja dalam kondisi yang sangat berisiko.
Fasilitas media hancur, akses komunikasi terbatas, namun mereka tetap berupaya mendokumentasikan situasi agar dunia mengetahui kondisi sebenarnya.
"Kami berjalan jauh hanya dengan membawa telepon genggam untuk mendokumentasikan kenyataan di sekitar kami. Tolong terus dukung kami agar Palestina tidak dilupakan," ujarnya.
Sementara itu, fotografer Zoe Reynold menilai teknologi kecerdasan buatan (AI) masih menghadapi tantangan dalam merepresentasikan dokumentasi konflik Palestina secara objektif.
Menurutnya, sejumlah sistem AI menolak menghasilkan visual yang menggambarkan kekerasan terhadap warga Palestina.
" Kondisi ini menjadi ironi, karena teknologi yang semestinya bersifat netral justru dinilai belum mampu merepresentasikan realitas konflik secara utuh," tutur Zoe Reynold. (ssn/buz)