news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi (nomor 2 dari kanan) menjelaskan serangkaian pertunjukan diplomasi budaya melalui pertunjukan Melbourne Symphony Orchestra (MSO)..
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

DIY-Australia Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Pertunjukan Melbourne Symphony Orchestra

Pemda DI Yogyakarta dan Australia memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya melalui pertunjukan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) di Yogyakarta.
Senin, 13 Juli 2026 - 15:02 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta bersama Australia memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya melalui pertunjukan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) di Yogyakarta. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang memiliki warisan budaya dan telah diakui oleh UNESCO

Program ini juga bagian dari kerja sama sister province antara DIY dan Negara Bagian Victoria, Australia yang meliputi Pentas Ruwat Ruwet, Youth Music Camp, Arts Management Workshop (AMW), Music Composition Workshop (MCW), hingga Konser Kolaborasi.

Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi mengatakan, Melbourne Symphony Orchestra diawali dengan serangkaian kegiatan, yakni pentas Ruwat Ruwet di Taman Budaya Yogyakarta pada 12 Juli 2026. 

Pertunjukan tersebut merupakan implementasi proposal terbaik hasil Arts Management Workshop 2025 selama kurang lebih delapan bulan memperoleh pendampingan dari Dinas Kebudayaan DIY dan Melbourne Symphony Orchestra.


"Rangkaian kegiatan Melbourne Symphony Orchestra merupakan bagian dari hubungan sister province antara DIY dan Negara Bagian Victoria, Australia. Program ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas pelaku budaya melalui berbagai workshop dan pendampingan," ujar Rully kepada awak media di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (12/7/2026).

Setelah pentas Ruwat Ruwet, kegiatan akan dilanjutkan dengan Youth Music Camp dan Arts Management Workshop pada 13–15 Juli 2026 di Kaliurang, serta Music Composition Workshop pada 13–14 Juli 2026 yang merupakan hasil kerja sama dengan Art Music Today. Seluruh rangkaian akan ditutup melalui Konser Kolaborasi pada 16 Juli 2026 yang sekaligus menandai dimulainya Bulan Warisan Dunia DIY.

"Melalui Bulan Warisan Dunia, kami ingin merayakan, mempromosikan, melestarikan, mengembangkan, dan memajukan warisan budaya DIY yang telah memperoleh pengakuan UNESCO melalui berbagai kegiatan edukasi, pertunjukan, pameran, festival, dan partisipasi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo mengatakan bahwa konser kolaborasi pada 16 Juli 2026 di Auditorium Universitas Sanata Dharma akan menjadi puncak perayaan sepuluh tahun kemitraan antara Melbourne Symphony Orchestra dan Dinas Kebudayaan DIY.

"Melalui tema A Decade: A Deeper Understanding, kami ingin merayakan perjalanan satu dekade kolaborasi sekaligus menunjukkan bagaimana program ini memungkinkan kita saling memahami budaya dengan lebih mendalam dan menginspirasi setiap individu untuk menjadi manusia yang lebih baik melalui laku seni," ujar Suzanne.

Menurut Suzanne, konser tersebut akan menampilkan 25 peserta Youth Music Camp yang terpilih dari hampir 80 pendaftar bersama para musisi Melbourne Symphony Orchestra. Konser juga akan menghadirkan world premiere karya kolaborasi komposer Indonesia Vishnu Satyagraha dan komposer Australia Thomas Green berjudul Dharma yang dipadukan dengan pertunjukan wayang oleh Fani Rickyansah. Selain itu, sejumlah alumni program MSO, seperti Raden Dwiyatama Darmasakti, Yosef Yudha Prasetya, dan Shelia Sanjaya, turut mengambil peran penting dalam penyelenggaraan konser.

Head of Operations Melbourne Symphony Orchestra, Callum Moncrieff menambahkan bahwa Arts Management Workshop dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengelola proyek seni secara menyeluruh.

"Sebanyak 25 peserta telah dipilih dari 78 pendaftar untuk mengikuti pelatihan intensif bersama tim manajemen Melbourne Symphony Orchestra. Kami ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana merancang, mengelola, hingga mewujudkan sebuah proyek seni yang berdampak," kata Callum.

Ia menjelaskan, kelompok yang akan menampilkan Ruwat Ruwet merupakan tim terbaik Arts Management Workshop 2025 yang telah mendapatkan supervisi dan pendampingan selama kurang lebih delapan bulan dari Melbourne Symphony Orchestra bersama Dinas Kebudayaan DIY.

"Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti pada satu pertunjukan. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan proyek-proyek seni lainnya di masa mendatang. Kelompok dengan proposal terbaik pada Arts Management Workshop tahun ini juga akan memperoleh dukungan pendanaan dari Dinas Kebudayaan DIY serta pendampingan dari Melbourne Symphony Orchestra untuk merealisasikan proyeknya pada 2027," pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh Dana Keistimewaan DIY, Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, serta Griffith University, Brisbane, Australia. (scp/ard) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:34
05:05
03:26
01:27
01:57
02:58

Viral