- Antara
KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern
Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pemberdayaan usaha mikro melalui berbagai program, antara lain SAPA UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) Produktif, layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM, serta dukungan akses legalitas, pendampingan, kemitraan, dan pemasaran.
Pada kesempatan yang sama, Helvi meresmikan PLUT KUMKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo. PLUT KUMKM DIY selanjutnya akan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan nama Balai Layanan Usaha Terpadu yang juga mengelola kawasan Teras Malioboro.
"Saya berharap ketiga PLUT menjadi rumah bersama bagi UMKM untuk memperoleh layanan pengembangan usaha, memperluas kemitraan, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat akses pasar," ujarnya.
Ia menjelaskan para konsultan PLUT berperan aktif memberikan pendampingan melalui inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi legalitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, kemitraan, hingga pemasaran bagi UMKM, koperasi, dan industri kecil guna memperkuat perekonomian daerah.
Helvi juga meminta pemerintah daerah menjaga keberlanjutan operasional PLUT KUMKM melalui dukungan anggaran, penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi konsultan pendamping, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia berpesan kepada para konsultan PLUT agar terus memberikan pendampingan terbaik kepada pengusaha UMKM sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
"Silakan manfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah sebaik-baiknya. Jangan berhenti berinovasi. Teruslah berani menjaga kualitas, membangun jejaring, dan memperluas pemasaran," kata Helvi.
Program Kumitra mendapat sambutan positif dari para pengusaha UMKM yang memperoleh kesempatan menjalin kemitraan dengan jaringan ritel modern. Mereka menilai program tersebut membantu membuka akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pemilik produk olahan tulang ikan Kalfis, Rafelino Sutan Aghe, mengaku kini memiliki peluang memasarkan produknya melalui jaringan Indomaret setelah menandatangani Letter of Intent dalam kegiatan tersebut.
"Saya dulu sulit mencari pasar untuk produk olahan tulang ikan. Lewat program ini, saya tanda tangan Letter of Intent dengan Indomaret sehingga produk saya bisa masuk toko-toko besar," ujarnya.
Pengusaha UMKM lainnya, Clara Yanti Suryani, pemilik produk makanan beku Mr. Telo, juga menyampaikan bahwa program Kumitra membantunya memperoleh akses masuk ke jaringan Indomaret sekaligus memberikan pemahaman mengenai persyaratan administrasi untuk memasuki pasar ritel modern.