Pemkot Yogyakarta Kejar Malioboro Full Pedestrian November 2026, Penataan Sirip Terus Dikebut
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mematangkan persiapan menuju penerapan kawasan Malioboro full pedestrian pada November 2026.
Salah satu fokus utama yang saat ini dikebut adalah penataan sirip-sirip Malioboro yakni ruas-ruas jalan penyangga yang terhubung langsung dengan kawasan utama.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, penataan sirip menjadi tahapan krusial sebelum konsep kawasan bebas kendaraan bermotor diterapkan secara penuh.
"(Malioboro full pedestrian November 2026) Tergantung dari hasil sirip per sirip. Saya akan rembukan satu persatu dari sirip per sirip," ucapnya, Jumat (17/7/2026).
Mantan Bupati Kulon Progo tersebut mengungkap bahwa ada ruas jalan yang ditutup sebagian atau bahkan tetap dibuka namun dengan akses terbatas.
"Makanya kita atur per sirip, antar sirip kan berbeda-beda. Misalkan nanti sirip sebelah timur ditutup. Kemudian, (sirip) sebelah barat bisa masuk, karena banyak warga yang tinggal disitu sehingga harus diakomodir," kata Hasto.
Ia pun mengungkap, pemasangan portal di sirip-sirip jalan penyangga Malioboro juga bagian dari kesiapsiagaan seandainya ruas jalan disitu dilakukan penutupan. Dengan demikian, tidak mengandalkan sumber daya manusia untuk berjaga.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta sedang mengidentifikasi titik-titik putar balik yang dinilai efektif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan potensi kemacetan.
Pemkot pun mengevaluasi kapasitas kantong parkir yang tersedia di sekitar kawasan wisata unggulan Kota Yogyakarta tersebut.
Hasto menuturkan bahwa penataan kawasan Malioboro sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan Malioboro bebas kendaraan bermotor bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, keberadaan 80 becak listrik yang diberikan oleh Kementerian Keuangan pada Kamis (16/7/2026) mendukung sektor pariwisata di pusat kota Yogyakarta ini.
Dengan penambahan 80 unit, maka total becak listrik yang beroperasi di Kota Yogyakarta kurang lebih sebanyak 320 unit.
"Sekarang ini, masih kurang 700-an (becak listrik) untuk Malioboro," sebut Hasto.
Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Pemkot Yogyakarta mengajukan proposal ke beberapa mitra BUMN serta mengalokasikan anggaran secara mandiri melalui APBD 2027.
"Seandainya yang dari mitra-mitra itu tidak mencukupi, maka kami memback-up dari APBD. Kami mengalokasikan sekitar Rp10-15 Miliar. Kalau becak harganya Rp35 juta, berarti bisa dapat 300 hampir 400," ungkap Hasto.
Load more