- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Diguncang Gempa, RSUP Dr Sardjito Kirim 7 Nakes Perkuat Misi Pelayanan Kesehatan di NTT
Sleman, tvOnenews.com - RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengirimkan tujuh tenaga kesehatan (nakes) untuk memperkuat misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengiriman tim medis tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menginstruksikan rumah sakit-rumah sakit di bawah Kemenkes untuk turut memberikan dukungan pelayanan kesehatan dalam penanganan korban bencana.
Tim medis RSUP Dr. Sardjito yang dipimpin oleh Dr. dr. Yuda Mathan Sakti, SpOT, Subsp.OTB(K) akan menjalankan misi pelayanan kesehatan dengan fokus wilayah operasional di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT.
Pelepasan Tim Medis dilakukan bertepatan pada momentum Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di RSUP Dr. Sardjito. Tim terdiri atas Dr. dr. Yuda Mathan Sakti, SpOT, Subsp.OTB(K) sebagai ketua tim, dr. Sharfan Anzhari, Sp.OT, dr. Nashiruddin, Sp.An-TI, dr. Ratna Sari Kalembu, Sp.B, serta tiga tenaga keperawatan yaitu Lutfi Tomi Amboro, A.Md.Kep, Sigit Prabowo, S.Kep., Ners, dan Nur Ahmad, AMK.
Tim yang memiliki kompetensi multidisiplin tersebut akan mendukung pelayanan medis bagi masyarakat terdampak sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah yang menjadi lokasi penanganan korban gempa.
Keberangkatan tim RSUP Dr. Sardjito menjadi bagian dari semangat respons cepat dan kolaborasi antarrumah sakit Kementerian Kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat bencana.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk Kepedulian dan Pengabdian kepada Bangsa. Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Romanianto menyampaikan bahwa pengiriman tenaga medis ke NTT merupakan wujud kepedulian sekaligus pengabdian RSUP Dr. Sardjito kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Pengiriman tim medis RSUP Dr. Sardjito ke NTT ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada bangsa dan negara. Saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi situasi yang tidak mudah akibat bencana. Karena itu, kami berupaya hadir dan memberikan bantuan terbaik melalui tenaga kesehatan yang kami miliki,” ujarnya, Senin (17/8/2026).
Dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan menurutnya tidak hanya dibutuhkan untuk memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak.